5 Tips Menghemat Biaya Servis Kendaraan, Dompet Aman Bro!

- Ikuti jadwal servis sesuai buku panduan untuk mencegah kerusakan komponen utama yang mahal.
- Beli oli dan suku cadang sendiri untuk menghemat biaya dari harga bengkel resmi yang lebih tinggi.
- Kerjakan pergantian komponen ringan sendiri, seperti filter udara, untuk menghemat biaya jasa mekanik.
Memiliki kendaraan pribadi berarti harus siap dengan biaya perawatannya. Banyak pemilik mobil atau motor sering mengeluh karena tagihan servis yang membengkak setiap kali masuk bengkel. Padahal, perawatan kendaraan adalah hal wajib agar mesin tetap awet dan harga jual kembali tetap tinggi. Mengabaikan servis justru akan membuat biaya perbaikan semakin mahal di kemudian hari karena kerusakan menyebar ke komponen lain.
Kabar baiknya, kamu bisa menekan pengeluaran ini dengan beberapa strategi sederhana. Kamu tidak perlu menjadi mekanik ahli untuk bisa berhemat. Kuncinya adalah ketelitian dan kemauan untuk melakukan sedikit usaha lebih. Berikut adalah lima cara efektif untuk mengurangi biaya servis kendaraan tanpa mengorbankan kualitas perawatan.
Table of Content
1. Ikuti jadwal servis sesuai buku panduan

Banyak orang malas membuka buku manual kendaraan dan hanya servis berdasarkan perasaan atau menunggu ada keluhan. Ini adalah kebiasaan yang boros. Pabrikan sudah menghitung dengan tepat kapan komponen harus diperiksa atau diganti. Melakukan servis rutin sesuai kilometer atau waktu yang ditentukan akan mencegah kerusakan komponen utama yang harganya jauh lebih mahal.
Sebagai contoh, mengganti oli mesin tepat waktu biayanya hanya ratusan ribu rupiah. Namun, jika kamu telat mengganti oli hingga mesin rusak dan harus turun mesin, biayanya bisa mencapai jutaan rupiah. Disiplin mengikuti jadwal adalah cara paling dasar untuk menghindari pengeluaran besar yang tidak terduga. Jangan menunggu rusak baru ke bengkel.
2. Beli oli dan suku cadang sendiri

Bengkel resmi atau bengkel besar biasanya mengambil keuntungan dari penjualan oli dan suku cadang. Harga yang mereka tawarkan sering kali lebih tinggi daripada harga di toko suku cadang biasa atau toko online. Selisih harganya bisa cukup lumayan jika dikumpulkan.
Kamu bisa membeli oli mesin, filter oli, kampas rem, atau busi di toko distributor resmi atau marketplace terpercaya. Setelah barang didapat, bawa ke bengkel dan mintalah mekanik untuk memasangnya. Kamu hanya perlu membayar biaya jasa pemasangan saja. Pastikan kamu membeli barang yang asli dan spesifikasinya sesuai dengan kendaraanmu agar tidak merusak mesin.
3. Kerjakan pergantian komponen ringan sendiri

Tidak semua pekerjaan perawatan harus dilakukan oleh mekanik. Ada beberapa komponen fast moving yang sangat mudah diganti sendiri di rumah tanpa butuh alat khusus. Contohnya adalah mengganti filter udara mesin, filter AC kabin, dan karet wiper.
Bengkel sering membebankan biaya jasa untuk pekerjaan yang sebenarnya bisa selesai dalam lima menit ini. Kamu bisa melihat video tutorial di internet untuk mempelajari caranya. Dengan mengerjakan hal-hal sepele ini sendiri, kamu bisa menghemat biaya jasa mekanik dan mengalokasikan dananya untuk kebutuhan lain yang lebih mendesak.
4. Beralih ke bengkel umum spesialis

Jika masa garansi kendaraanmu sudah habis, kamu tidak wajib lagi melakukan servis di bengkel resmi. Bengkel resmi memiliki standar biaya jasa per jam yang cukup tinggi karena biaya operasional mereka besar.
Carilah bengkel umum atau bengkel spesialis yang memiliki reputasi baik di komunitas otomotif. Bengkel spesialis biasanya dikerjakan oleh mantan mekanik bengkel resmi yang membuka usaha sendiri. Mereka memiliki keahlian yang sama, namun mematok harga jasa yang jauh lebih murah. Pastikan bengkel tersebut jujur dan komunikatif mengenai kondisi kendaraanmu.
5. Jaga tekanan angin ban secara rutin

Ban adalah salah satu komponen paling mahal pada kendaraan. Umur pakai ban sangat bergantung pada tekanan angin. Jika tekanan angin kurang, tapak ban akan lebih cepat habis di bagian pinggir dan struktur ban bisa rusak. Selain itu, ban yang kempes membuat mesin bekerja lebih berat sehingga konsumsi bahan bakar menjadi boros.
Periksa tekanan angin banmu setidaknya satu minggu sekali atau setiap kali mengisi bahan bakar. Pastikan tekanannya sesuai dengan rekomendasi pabrik yang biasanya tertempel di pilar pintu pengemudi. Kebiasaan sederhana ini akan membuat ban lebih awet bertahun-tahun, sehingga kamu tidak perlu sering-sering mengeluarkan uang jutaan rupiah untuk membeli ban baru.
Menghemat biaya servis kendaraan membutuhkan kedisiplinan dan pengetahuan dasar. Dengan menerapkan langkah-langkah di atas, kamu bisa menjaga kondisi kendaraan tetap prima dengan anggaran yang lebih efisien. Mulailah peduli pada kendaraanmu dari sekarang, Bro!



















