Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Vadesta Akhiri Cerita Trilogi Cinta Lewat Single Aku Tetep Bali

Photo 2 (1).jpg
Foto band Vadesta (Dok. Vadesta)
Intinya sih...
  • Lagu "Sampeyan" menggambarkan fase bahagia dan persiapan pernikahan pasangan, menampilkan kedekatan dan kepercayaan di antara mereka.
  • "Kesalahanmu" memperlihatkan rapuhnya kepercayaan saat kesalahpahaman muncul, dengan pertengkaran dan luka batin yang muncul akibat prasangka.
  • "Aku Tetep Bali" menceritakan keteguhan hati untuk tetap kembali meski telah disakiti, menampilkan sudut pandang seseorang yang memilih bertahan karena cinta.
  • Video musik "Aku Tetep Bali" menjadi klimaks visual dari trilogi ini, berujung pada momen pernikahan sang pasangan di mana semua kesalahpahaman terurai.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Band Pop Jawa asal Yogyakarta, Vadesta, resmi merilis “Aku Tetep Bali” pada 16 Januari 2026, sebagai single penutup dari trilogi lagu yang mereka bangun sejak September 2025. Lagu ini menjadi klimaks dari rangkaian cerita yang dimulai lewat “Sampeyan” dan berlanjut ke “Kesalahanmu”, menghadirkan satu kisah cinta yang runut, utuh, dan saling terhubung, baik melalui lagu maupun video musiknya.

Trilogi ini mengisahkan perjalanan sepasang kekasih yang tengah mempersiapkan diri menuju jenjang pernikahan. Dimulai dari fase bahagia dan penuh harapan, hubungan mereka kemudian diuji oleh kesalahpahaman dan rasa curiga, hingga akhirnya berlabuh pada keputusan untuk kembali memilih satu sama lain.



Table of Content

1. Tentang cerita trilogi cinta

1. Tentang cerita trilogi cinta

Aku Tetep Bali (Artwork).jpg
Artwork single Aku Tetep Bali (Dok. Vadesta)

Lagu pertama, “Sampeyan” (12 September 2025), menggambarkan hangatnya masa persiapan pernikahan. Dalam video musiknya, penonton diajak mengikuti keseharian pasangan ini saat bertemu keluarga, mencari vendor pernikahan, hingga momen-momen kecil yang memperlihatkan kedekatan dan kepercayaan di antara mereka. Lagu ini menjadi fondasi cerita tentang cinta yang diyakini dan diperjuangkan bersama.

Cerita kemudian memasuki babak konflik lewat “Kesalahanmu” (14 November 2025). Lagu ini memperlihatkan rapuhnya kepercayaan saat kesalahpahaman muncul dan emosi mengambil alih. Video musiknya menampilkan pertengkaran, rasa frustasi, serta luka batin yang muncul akibat prasangka dan ketidakmampuan untuk saling mendengarkan. Di titik ini, hubungan yang sebelumnya hangat mulai goyah.

Sebagai penutup, “Aku Tetep Bali” hadir sebagai jawaban dari seluruh konflik yang terjadi. Lagu ini menceritakan tentang keteguhan hati untuk tetap kembali, meski telah disakiti dan dilukai. Dengan lirik yang jujur dan emosional, Vadesta menampilkan sudut pandang seseorang yang memilih bertahan bukan karena tidak terluka, melainkan karena cinta yang masih ingin diperjuangkan.

2. Satu kesatuan karya yang utuh

Video musik “Aku Tetep Bali” menjadi klimaks visual dari trilogi ini. Cerita berujung pada momen pernikahan sang pasangan, di mana semua kesalahpahaman akhirnya terurai. Kehadiran karakter-karakter yang sebelumnya menjadi sumber konflik justru menjadi saksi kebahagiaan mereka. Kilas balik pahit dan manis ditampilkan berdampingan, menegaskan bahwa perjalanan cinta tidak selalu mulus, namun bisa berakhir indah ketika kedua pihak memilih untuk kembali dan saling memaafkan.

Melalui trilogi ini, Vadesta tidak hanya merilis tiga lagu, tetapi menghadirkan satu kesatuan karya yang utuh, sebuah cerita tentang cinta, ujian, dan keputusan untuk tetap pulang. “Aku Tetep Bali” menjadi penegasan bahwa dalam hubungan, kejujuran, keberanian untuk mendengar, dan keinginan untuk kembali adalah hal yang paling menentukan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyu Kurniawan
EditorWahyu Kurniawan
Follow Us

Latest in Men

See More

6 Bare Minimum untuk jadi Gentleman yang Bikin Hubungan Minim Drama

22 Jan 2026, 14:15 WIBMen