Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Photo 7 - All Performances pada Pergelaran Vintage Sounds.jpeg
Suasana Vintage Sounds ArtSwara (Dok. ArtSwara)

Intinya sih...

  • Gebrakan "Alam Maya" dan momen haru Tribute Titiek Puspa serta sentuhan magis Big Band Tohpati

  • Sinergi lintas seni: dari Iwa K hingga lukisan pasir

  • Apresiasi luar biasa dari penonton dan potensi industri hiburan pergelaran langsung

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Rumah produksi seni pertunjukan ArtSwara sukses menghidupkan kembali memori kolektif era emas musik pop Indonesia melalui pergelaran "Vintage Sounds" yang memenuhi auditorium Ciputra Artpreneur, Jakarta, Selasa (17/2) malam. Live Variety Show ini menjadi bukti nyata bahwa musik lintas generasi tetap memiliki daya pikat magis saat dikemas dengan standar musikalitas tinggi.

Selama pertunjukan berlangsung, penonton dibawa melintas waktu merayakan karya-karya legendaris tahun 80 hingga 90-an. Keberhasilan malam itu berakar pada visi Maera, Produser Eksekutif sekaligus penggagas acara, yang meramu pertunjukan ini sebagai dedikasi dan penghormatan mendalam kepada kedua orang tuanya.

"Apresiasi luar biasa dari seluruh penonton malam ini adalah kehormatan yang tak terlukiskan. Tujuan kami menghidupkan kembali memori keluarga melalui lagu-lagu era 80–90an sebagai pengalaman lintas generasi benar-benar terwujud dengan indah," ungkap Maera dalam keterangan resminya.

Suasana 90-an kental terasa kala “kejutan” duo MC klasik Indy Barends dan Indra Bekti mengeluarkan kepiawaian khas memandu acara dengan menghadirkan suasana yang penuh humoris sekaligus menyegarkan.

1. Gebrakan "Alam Maya" dan momen haru Tribute Titiek Puspa serta sentuhan magis Big Band Tohpati

Suasana Vintage Sounds ArtSwara (Dok. ArtSwara)

Malam penuh memori ini dibuka dengan penuh energi melalui komposisi "Alam Maya", hits ikonis 90-an dari The Kids Brother yang langsung memicu sorak-sorai penonton. Suasana auditorium seketika berubah menjadi mesin waktu instan yang membawa penonton kembali ke masa lalu.

Tepat setelah hentakan pembuka tersebut dan sejumlah nomor komposisi, suasana berubah menjadi syahdu dan emosional dalam sebuah segmen spesial untuk mengenang seniman besar Indonesia, Titiek Puspa. Penyanyi teater Gabriel Harvianto tampil membawakan lagu "Cinta" dengan penghayatan yang sangat dalam. Vokal Gabriel yang penuh rasa berhasil menciptakan momen yang mengharukan, membuat banyak penonton terhanyut saat mengenang kontribusi luar biasa sang legenda bagi industri musik tanah air.

Secara musikal, pergelaran ini tampil tanpa celah berkat tangan dingin Tohpati bersama Tohpati Orchestra. Aransemen berformat Big Band yang diusung Tohpati memberikan napas baru yang segar dan groovy pada repertoar klasik seperti "Selamat Datang Cinta", "Asmaraku Asmaramu", hingga "Cinta dan Damai", tanpa menghilangkan jiwa asli dari lagu-lagu tersebut.

2. Sinergi lintas seni: dari Iwa K hingga lukisan pasir

Suasana Vintage Sounds ArtSwara (Dok. ArtSwara)

Kejutan terus bergulir di panggung "Vintage Sounds". Kolaborasi istimewa dengan legenda rap Indonesia, Iwa K, menjadi salah satu sorotan utama. Iwa K membuktikan janjinya memberikan "energi khusus" yang menyatukan dinamika musik rap dengan kemegahan orkestra, terutama saat tampil enerjik bersama Maera, BimaZeno, dan Taufan Purbo membawakan "Dansa Yuk Dansa".

Aspek visual dan performa panggung pun digarap dengan sangat artistik melalui penampilan Gallaby yang memukau lewat paket lengkap nyanyian dan tarian, serta sentuhan seni pelukis pasir Vina Candrawati yang puitis mengiringi jalannya cerita. Penampilan kelompok pemandu sorak dari A Team Cheerleader yang tampil sangat istimewa menghadirkan atraksi yang luar biasa memukau penonton.

Melalui "Vintage Sounds", ArtSwara tidak hanya menyuguhkan konser musik bertema baru variety show, tetapi sebuah perayaan budaya yang emosional dan penuh warna, energi dan tentu saja format baru bagi pencinta musik Indonesia dan audiens yang lebih besar lagi bukan tidak mungkin kelak industri hiburan pergelaran langsung seperti ini akan bertumbuhan dan menjadi sumber ekonomi baru untuk Indonesia.

Editorial Team