Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Alasan Penyebab Ketiak Tetap Bau walaupun Sudah Mandi
ilustrasi ketiak bau (freepik.com/benzoix)
  • Stres berlebih dapat memicu produksi keringat berminyak dari kelenjar apokrin, yang dipecah bakteri menjadi asam penyebab bau tak sedap di area ketiak.
  • Handuk lembap yang tidak dijemur dengan baik bisa menimbulkan bau apek dan menempel pada tubuh, membuat ketiak tetap berbau meski sudah mandi.
  • Penggunaan antiperspiran sebaiknya dilakukan malam hari agar efektif menahan keringat, sementara konsumsi makanan pedas dan rambut ketiak juga dapat memperparah bau badan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada orang yang sudah mandi tapi ketiaknya masih bau. Katanya bisa karena dia stres, jadi badannya banyak keringat dan jadi bau. Bisa juga karena handuknya lembap, atau salah pakai semprotan ketiak. Kalau makan pedas juga bisa bikin badan makin berkeringat. Rambut di ketiak juga bisa bikin bau susah hilang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Mungkin banyak di antara kita yang merasa tetap bau walaupun sudah mandi dan menggunakan berbagai produk agar badan menjadi wangi. Hal tersebut tentunya sukses membuat kepercayaan diri menjadi menurun. 

Jika kamu salah satunya, mungkin saja ada kebiasaan yang perlu dihentikan supaya terhindar dari bau badan. Lalu, apa sajakah kebiasaan tersebut? Berikut ulasannya. Yuk, pahami! 

1. Stres dan pikiran yang berlebihan

ilustrasi pria yang menyendiri (unsplash.com/Fernando @cferdophotography)

Saat terserang stres, tubuh akan cenderung menghasilkan lebih banyak keringat, terlebih dari kelenjar apokrin yang bertindak dalam produksi keringat di area ketiak. Selain itu, stres dapat pula membuat tubuh memproduksi keringat lebih berminyak dan berbau karena tingginya kandungan lemak yang dipecah oleh bakteri menjadi asam. Jadi, menyebabkan bau tak sedap.

Maka dari itu, mengolah atau mengelola stres dan menjaga kesehatan mental juga menjadi hal yang penting dalam mengontrol bau badan. Kamu harus sebisa mungkin menghindari stres. 

2. Tak menjemur handuk dengan baik

ilustrasi handuk (unsplash.com/Sven Mieke)

Menjemur handuk sesudah mandi ternyata dapat memberikan pengaruh yang besar pada aroma tubuh. Handuk yang tak dijemur di lokasi yang tersedia sirkulasi udara yang baik, maka akan tetap lembap dan berpotensi mengeluarkan bau apek.

Bau apek ini lalu dapat menempel pada tubuh ketika handuk dipakai saat mengeringkan badan. Jadi, akan menyebabkan ketiak dan area tubuh lainnya tetap berbau walaupun telah mandi dengan bersih.

3. Salah menggunakan antiperspiran

Ilustrasi deodeoran (pixabay.com/MissKarin)

Memakai antiperspiran sesudah mandi di pagi hari mungkin telah menjadi rutinitas yang dilakulan sebagian orang, namun sesungguhnya kurang efektif. Antiperspiran bekerja dengan menyumbat kelenjar keringat, dan waktu terbaik untuk memakainya adalah pada malam hari sebelum tidur, saat kelenjar keringat lebih kosong.

Hal tersebut memungkinkan antiperspiran dapat bekerja lebih optimal dalam menahan keringat dan menghindarkan tubuh dari bau seharian. Deodoran, yang hanya menutupi bau tanpa menghentikan keringat, lebih pas dipakai sesudah mandi untuk menambah proteksi.

4. Terlalu sering mengonsumsi hidangan pedas

nasi goreng bakso pedas (unsplash.com/sirasit gullasu)

Hidangan pedas memang terasa lezat, namun mengonsumsinya secara berlebihan dapat menyebabkan ketiak tetap bau walau telah mandi. Makanan pedas dapat meningkatkan suhu tubuh, yang selanjutnya dapat membuat tubuh memproduksi lebih banyak keringat sebagai respons alami untuk mendinginkan diri.

Keringat yang berlebih berarti menjadikan lebih banyak kesempatan untuk bakteri di kulit dalam memecah keringat menjadi senyawa yang berbau, terlebih di area ketiak.

5. Rambut ketiak

ilustrasi bulu ketiak (pexels.com/RDNE Stock project)

Rambut ketiak dapat menyebabkan bau ketiak susah untuk disingkirkan. Rambut di daerah ketiak menjebak lebih banyak keringat daripada kulit yang tak berbulu. Jadi, keringat tersebut mempunyai lebih banyak waktu untuk bergabung dengan bakteri yang menjadi penyebab bau.

Di samping itu, kulit yang tertutup rambut juga lebih sudah untuk dibersihkan dengan menyeluruh, sehingga bakteri dan kotoran bisa tertinggal dan mengakibatkan bau tak sedap.

Nah, itulah beberapa hal yang perlu kamu hindari agar tubuh kamu tak mengeluarkan bau yang tidak sedap. Semoga bisa membantu, ya! 

FAQ seputar Alasan Penyebab Ketiak Tetap Bau walaupun Sudah Mandi

Mengapa ketiak tetap bisa bau padahal sudah mandi dengan bersih?

Hal ini biasanya dipicu oleh faktor non-higienis, seperti stres berlebih yang mengaktifkan kelenjar apokrin, penggunaan handuk yang lembap dan apek, salah waktu memakai antiperspiran, konsumsi makanan pedas, hingga adanya rambut ketiak yang menjebak bakteri.

Kapan waktu terbaik menggunakan antiperspiran agar hasilnya optimal?

Waktu terbaik adalah pada malam hari sebelum tidur saat kelenjar keringat lebih kosong. Menggunakannya di pagi hari setelah mandi justru kurang efektif karena kelenjar cenderung aktif dan membasuh formula sebelum menyerap.

Bagaimana stres bisa memengaruhi aroma di area ketiak?

Saat stres, tubuh memproduksi keringat dari kelenjar apokrin yang teksturnya lebih berminyak. Bakteri di kulit akan memecah kandungan lemak dalam keringat tersebut menjadi asam, yang memicu bau tidak sedap.

Apakah memotong rambut ketiak bisa membantu mengurangi bau badan?

Ya. Rambut ketiak yang lebat dapat menjebak keringat dan kotoran lebih lama, sehingga memberi ruang bagi bakteri untuk berkembang biak. Mencukur atau merapikannya akan mempermudah pembersihan area ketiak secara menyeluruh.

Mengapa kebiasaan menjemur handuk memengaruhi keharuman tubuh setelah mandi?

Handuk yang ditinggalkan di tempat lembap tanpa sirkulasi udara akan menjadi sarang bakteri dan jamur penyebab bau apek. Saat dipakai, bau apek dan bakteri tersebut akan berpindah kembali ke kulit Anda.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article