ilustrasi perbedaan EDP dan EDT (pexels.com/Ahimsa - OM)
Dari sisi harga, EDP umumnya lebih mahal dibandingkan EDT. Hal ini wajar karena konsentrasi minyak aromanya lebih tinggi. Semakin tinggi konsentrasi minyak aroma, biasanya semakin kuat pula karakter dan ketahanan parfum tersebut.
Namun, harga yang lebih mahal tidak selalu berarti lebih boros. Karena EDP lebih intens, kamu biasanya hanya perlu sedikit semprotan untuk mendapatkan aroma yang cukup kuat. Dalam jangka panjang, pemakaian EDP bisa terasa lebih hemat jika kamu tidak perlu sering menyemprot ulang.
Sebaliknya, EDT biasanya lebih terjangkau dan cocok untuk kamu yang suka menyemprot parfum beberapa kali dalam sehari. Pilihan ini juga menarik kalau kamu ingin punya beberapa variasi aroma untuk kegiatan berbeda tanpa harus langsung membeli parfum dengan harga lebih tinggi.
Memilih antara EDP dan EDT sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan, bukan sekadar mengikuti tren. Kalau kamu suka aroma yang tahan lama, intens, dan cocok untuk kesan yang lebih serius, EDP bisa jadi pilihan. Jenis ini juga pas untuk kamu yang tidak ingin membawa parfum ke mana-mana untuk pemakaian ulang.
Namun, kalau kamu lebih suka aroma yang ringan, bersih, dan mudah dipakai dalam berbagai situasi, EDT bisa terasa lebih nyaman. Jenis ini cocok untuk pemakaian harian, terutama jika kamu sering beraktivitas di luar ruangan atau berada di tempat yang tidak cocok dengan aroma terlalu kuat.