Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Perbedaan Kulit Wajah Pria dan Wanita, Jangan Asal Skincare!
ilustrasi perbedaan kulit wajah pria dan wanita (pexels.com/cottonbro studio)
  • Artikel menjelaskan bahwa kulit pria lebih berminyak, tebal, dan memiliki pori besar akibat hormon androgen, sehingga butuh produk pembersih khusus pengontrol minyak.
  • Kebiasaan mencukur membuat kulit pria rentan iritasi dan luka mikro, sehingga disarankan memakai after-shave tanpa alkohol untuk menenangkan kulit.
  • Perbedaan pH serta proses penuaan membuat pria perlu skincare khusus agar kelembapan terjaga dan perlindungan dari sinar UV tetap optimal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Sering gak kamu merasa asal comot sabun cuci muka punya pasangan atau saudara, eh, malah bikin wajah terasa kering atau justru makin berminyak? Banyak pria menganggap kalau perawatan kulit itu cuma buat wanita, padahal kulit kamu mempunyai karakteristik yang sangat berbeda secara biologis. Memahami perbedaan kulit wajah pria dan wanita adalah langkah paling dasar biar kamu gak salah kaprah dalam memilih produk perawatan sehari-hari, lho.

Kalau kamu terus-terusan mengabaikan kebutuhan spesifik kulitmu, masalah seperti jerawat membandel, iritasi, hingga penuaan dini bakal lebih cepat datang. Ini bukan tentang kurang maskulin, tapi merupakan investasi jangka panjang bagi kepercayaan dirimu sendiri. Jadi, jangan sepelekan perbedaannya, ya!


1. Produksi sebum yang lebih tinggi

ilustrasi pria yang membersihkan wajah (pexels.com/Ron Lach)

Pria memiliki kelenjar sebasea yang lebih aktif dan ukuran pori-pori yang cenderung lebih besar dibandingkan wanita. Hal ini terjadi karena pengaruh hormon androgen, terutama testosteron, yang memicu produksi minyak atau sebum secara berlebihan. Gak mengherankan kalau wajahmu terasa lebih cepat "kilap" atau berminyak sepanjang hari dibandingkan perempuan.

Kondisi inilah yang bikin kamu lebih rentan terhadap jerawat kalau gak dibersihkan dengan benar. Namun tenang, sisi positifnya adalah kulit pria jadi lebih jarang mengalami dehidrasi atau kekeringan parah. Cukup gunakan facial wash yang mengandung bahan pengontrol minyak seperti salicylic acid agar wajahmu tetap segar, ya.


2. Tekstur kulit yang lebih tebal

ilustrasi kulit wajah pria lebih tebal 25 persen dibandingkan wanita (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Secara struktural, kulit pria rata-rata 20-25 persen lebih tebal daripada kulit wanita. Kadar kolagen pada kulit pria juga lebih padat, yang sebenarnya memberikan struktur kulit lebih kuat dan tahan lama. Hal ini membuat kulitmu jadi punya "bantalan" yang lebih kokoh untuk menghadapi polusi atau debu jalanan.

Meski tebal, bukan berarti kulitmu kebal terhadap masalah. Kamu tetap butuh eksfoliasi rutin agar sel kulit mati gak menumpuk dan bikin wajah terlihat kusam. Jangan mentang-mentang kulit "badak", kamu jadi jarang cuci muka karena merasa kulitmu sudah cukup kuat bertahan dari apa pun, lho.


3. Efek samping rutinitas mencukur

ilustrasi pria yang mencukur jenggot (pexels.com/cottonbro studio)

Ini jadi perbedaan paling mencolok yang dialami pria hampir setiap hari, yakni kebiasaan mencukur jenggot atau kumis. Aktivitas shaving ini sebenarnya sebuah bentuk eksfoliasi mekanis yang cukup keras bagi permukaan kulit wajah. Sering kali, gesekan pisau cukur menyebabkan micro-cuts, iritasi, atau rambut tumbuh ke dalam (ingrown hair) yang bikin kulit jadi sensitif.

Oleh sebab itu, pria butuh produk after-shave yang menenangkan, bukan cuma sekadar wangi. Sebaiknya hindari produk yang mengandung alkohol tinggi karena bisa bikin kulitmu perih dan makin kering setelah dicukur.


4. Proses penuaan yang berbeda

ilustrasi pria menggunakan sunscreen (pexels.com/Shahin Mren)

Pria memang cenderung lebih lambat terlihat menua dibandingkan wanita dalam hal munculnya garis halus. Namun, ketika tanda-tanda penuaan itu muncul, biasanya akan terlihat jauh lebih dalam dan jelas, terutama di area sekitar mata dan dahi. Ini karena kamu sering abai menggunakan sunscreen atau tabir surya setiap keluar rumah.

Jangan merasa aman dulu meski kerutan belum terlihat jelas di cermin. Sinar UV menjadi musuh utama yang bisa merusak kolagen, bikin kulit cepat kendur dan muncul flek hitam. Mulai sekarang, yuk, olesi wajah dengan sunscreen supaya wajah tetap firm dan kelihatan segar meski umur bertambah.


5. Perbedaan keseimbangan pH kulit

ilustrasi pria yang menggunakan cleanser wajah untuk menjaga keseimbangan pH kulit (pexels.com/RDNE Stock project )

Kulit pria cenderung memiliki tingkat pH yang lebih asam dibandingkan wanita. Selain itu, kulit kamu juga memiliki tingkat keasaman yang berbeda pada lapisan pelindung kulit atau acid mantle. Perbedaan pH ini mempengaruhi bagaimana produk perawatan menyerap ke dalam pori-pori wajah.

Makanya, jangan sembarangan pakai produk sabun atau skincare milik orang lain karena formulanya mungkin dibuat untuk menyeimbangkan pH kulit wanita yang berbeda dengan pria. Pakailah produk yang memang didesain khusus untuk pria agar kelembapan alaminya tetap terjaga. Gak perlu ribet, cukup cleanser dan pelembap yang simpel sudah sangat membantu, kok.

Memahami perbedaan kulit wajah pria dan wanita memang terdengar merepotkan, tapi ini bisa menjadi kunci supaya penampilanmu tetap maksimal. Jangan malas buat merawat diri, karena kulit yang sehat adalah investasi terbaik untuk rasa percaya dirimu di setiap kesempatan!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article