Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Ortuseight Hadirkan HYPERFIT, Kategori Baru Sepatu Hybrid Performance

Ortuseight Hadirkan HYPERFIT, Kategori Baru Sepatu Hybrid Performance
Ortuseight HYPERFIT di Hyrox Jakarta (Dok. Ortuseight)
Intinya Sih
  • Ortuseight meluncurkan HYPERFIT, sepatu hybrid performance yang menggabungkan responsivitas lari dan stabilitas latihan fungsional untuk memenuhi kebutuhan atlet modern dan penggemar kebugaran.
  • HYPERFIT dikembangkan dengan teknologi dual-density Pebax Foam, carbon plate, serta desain outsole zig-zag untuk meningkatkan cushioning, grip, dan efisiensi energi saat berbagai aktivitas olahraga.
  • Dengan dukungan riset Mike Trees dan tim Ortuseight, performa HYPERFIT terbukti di ajang Hyrox Jakarta melalui pencapaian para brand ambassador di berbagai kategori kompetisi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Sejalan dengan perkembangan tren olahraga hybrid yang menggabungkan endurance, strength, dan functional movement, PT Vita Nova Atletik melalui merek olahraga lokal Ortuseight menghadirkan HYPERFIT, sebuah inovasi sepatu yang dikembangkan untuk menjawab kebutuhan atlet modern melalui pendekatan hybrid performance footwear.

Dirancang untuk mengakomodasi dua performa dalam satu platform, HYPERFIT menggabungkan responsivitas dan efisiensi saat berlari dengan stabilitas yang dibutuhkan dalam aktivitas functional training dan gym. Dengan karakter tersebut, HYPERFIT hadir sebagai solusi bagi atlet dan fitness enthusiast yang membutuhkan sepatu dengan kemampuan adaptasi tinggi di berbagai jenis aktivitas.

Fokus pengembangan utama HYPERFIT berada pada penyempurnaan geometry outsole midsole, rocker, heel structure serta grip untuk menciptakan karakter sepatu hybrid yang stabil dan adaptif.

"Desain pada midsole dan outsole kita adjust secara khusus, jadi hasil akhirnya ketika dipakai ayunannya tidak terasa terlalu agresif, otomatis pijakan jadi jauh lebih solid dan terkontrol, terutama saat transisi antara running dan functional training ya," jelas Teguh Sarwoko selaku Product Development Manager PT Vita Nova Atletik dalam keterangan resminya.

Table of Content

1. Teknologi Ortuseight HYPERFIT

1. Teknologi Ortuseight HYPERFIT

WhatsApp Image 2026-07-05 at 17.21.52.jpeg
Ortuseight HYPERFIT di Hyrox Jakarta (Dok. Ortuseight)

Pada area vamp quarter, sepatu ini menggunakan konstruksi engineered mesh dengan cutting press logo Ortuseight yang memberikan struktur support, sirkulasi udara optimal sekaligus fleksibilitas saat terjadi perpindahan cepat antara running dan functional movement. Sementara, sistem webbing pada area eyestay turut membantu memberikan penguncian kaki yang lebih presisi  saat melakukan gerakan dinamis.

“Di area upper, fokus pengembangannya adalah menciptakan struktur yang lebih firm dengan material yang tidak terlalu elastis, jadi buat menjaga lockdown-fit, itu yang penting dan krusial untuk movement olahraga hybrid,” kata Octrisany D. Putra, Product Development Manager Ortuseight.

Sementara itu, pada bagian midsole, HYPERFIT menggunakan dual-density Pebax Foam dengan kombinasi tingkat kepadatan pebax foam 35–40 dan 45–50 yang memberikan keseimbangan antara cushioning, responsivitas, serta energy return saat running dan stabilitas saat functional training. Pada bagian heel, area diperbesar untuk meningkatkan stabilitas sepatu. Tak lupa, seri ini juga sudah dilengkapi dengan material carbon plate berkualitas yang berfungsi membantu meningkatkan responsivitas, efisiensi transfer energi, serta memberikan dukungan tambahan saat melakukan pergerakan eksplosif.

Pada area outsole, HYPERFIT menggunakan desain traction pattern yang dikembangkan untuk memberikan kontrol optimal ketika digunakan. Pola groove berbentuk zig-zag yang tersebar pada area forefoot hingga heel membantu meningkatkan grip, stabilitas, dan respons saat melakukan akselerasi dan perubahan arah secara cepat. Dipadukan dengan compound rubber hardness 55–60, seri ini diklaim memiliki keseimbangan sempurna antara durability dan traction.

2. Peran Mike Trees dan tim riset Ortuseight

WhatsApp Image 2026-07-05 at 17.21.52 (1).jpeg
Ortuseight HYPERFIT di Hyrox Jakarta (Dok. Ortuseight)

Pengembangan HYPERFIT tidak terlepas dari dukungan tim riset Ortuseight yang memiliki keahlian multidisiplin dalam menghadirkan produk berstandar performa tinggi. Salah satu sosok yang berperan dalam proses pengembangan ini adalah Mike Trees, seorang pegiat olahraga terkemuka dengan pengalaman panjang di dunia atletik.

Melalui perpaduan antara pendekatan ilmiah, pengalaman sebagai atlet, serta proses pengujian langsung di lapangan, Mike Trees bersama tim Ortuseight  menyempurnakan berbagai aspek HYPERFIT, mulai dari biomekanika, material, hingga karakter performa sepatu agar mampu memenuhi kebutuhan olahraga hybrid modern.

“Peran saya adalah membawa perspektif sports science ke dalam proses pengembangan produk dengan menggabungkan pengalaman sebagai atlet, pelari, praktisi gym training, dan pelatih selama kurang lebih 50 tahun. Kualitas seri ini selevel dengan world-class performance footwear global lainnya, jadi pantas disebut gear kelas elite,” kata Mike Trees.

3. Keandalan HYPERFIT terbukti di lintasan Hyrox

WhatsApp Image 2026-07-05 at 17.21.53.jpeg
Ortuseight HYPERFIT di Hyrox Jakarta (Dok. Ortuseight)

Lebih lanjut, sebagai bagian dari peluncuran HYPERFIT, sejumlah atlet dan brand ambassador Ortuseight turut ambil bagian dalam Hyrox, kompetisi fitnes fungsional berstandar internasional yang digelar di Jakarta. Ajang ini menguji daya tahan peserta melalui format 8 km lari yang diselingi 8 stasiun latihan kekuatan, sekaligus menjadi pembuktian nyata kesiapan HYPERFIT dalam mendukung kebutuhan hybrid athlete, mulai dari strength hingga endurance.

Keandalan HYPERFIT terbukti di lintasan lewat hasil akhir yang dicatat brand smbassador Ortuseight. Di kategori Mixed Relay 40+, Egidio Antonio Latorraca dan Dev Anggarini mengamankan peringkat 3 dengan catatan waktu 1:08:34. Pasangan Nadzrul dan Bianca Marcon menempati peringkat 5 Mixed Doubles 40–44 tahun dengan waktu 1:08:15, disusul Aimi Iwasaki dan Aina Iwasaki di peringkat 6 Women Doubles 25–29 tahun dengan 1:14:40. Sementara itu, Bastian Tendean Dan Dick Deefe mencatatkan waktu 1:00:48 di Men Doubles 30–34 tahun.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Wahyu Kurniawan
EditorWahyu Kurniawan

Related Articles