Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Apa Penyebab Kaus Mudah Melar di Bagian Kerah?
ilustrasi kaus (unsplash.com/Masaaki Komori)
  • Kerah kaus mudah melar bukan hanya karena usia, tapi juga akibat kebiasaan menarik kerah saat memakai atau melepas pakaian secara berulang.
  • Kualitas bahan rib dan jahitan yang kurang baik membuat elastisitas kerah cepat hilang, sehingga bentuknya berubah meski kaus belum lama dipakai.
  • Cara mencuci, menjemur, serta menyimpan kaus yang tidak tepat turut mempercepat kerusakan serat kain dan membuat kerah kehilangan bentuk aslinya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kamu mungkin pernah punya kaus favorit yang bahannya masih enak dipakai, warnanya juga belum pudar, tapi bagian kerahnya sudah melar ke mana-mana? Akibatnya, kaus yang tadinya terlihat rapi jadi tampak kusut dan kurang menarik meski kondisinya sebenarnya masih bagus. Masalah ini memang cukup umum terjadi. 

Banyak orang mengira penyebabnya cuma karena usia kaus yang sudah tua. Padahal, ada banyak faktor lain yang diam-diam membuat kerah kaus kehilangan bentuk aslinya lebih cepat. Kalau kamu ingin koleksi kaus tetap awet, yuk cari tahu apa saja penyebab kerah kaus mudah melar dan sebisa mungkin hindari hal ini!

1. Terlalu sering menarik kerah saat memakai atau melepas kaus

ilustrasi kaus hitam (unsplash.com/Luis Quintero)

Kebiasaan yang satu ini sering dilakukan tanpa sadar. Saat mengenakan atau melepas kaus, banyak orang menarik bagian kerah cukup kuat supaya kepala lebih mudah masuk atau keluar. Kalau dilakukan sesekali mungkin tidak masalah.

Namun, kalau hampir setiap hari kerah ditarik dengan tenaga yang sama, serat kain dan jahitannya akan terus menerima tekanan. Lama-kelamaan elastisitasnya berkurang sehingga kerah menjadi lebih longgar. Apalagi jika ukuran kaus sebenarnya agak sempit. Semakin kecil ukuran kaus, semakin besar tarikan yang diterima bagian kerah.

2. Kualitas bahan rib pada kerah kurang baik

ilustrasi kaus (unsplash.com/TuanAnh Blue)

Tidak semua kerah kaus dibuat dari bahan yang sama. Umumnya, kerah menggunakan kain rib atau rib knit yang memiliki sifat elastis agar nyaman dipakai. Kalau kualitas rib-nya bagus, kerah akan kembali ke bentuk semula setelah diregangkan.

Sebaliknya, bahan rib yang kualitasnya rendah cenderung cepat kehilangan elastisitas sehingga kerah terlihat melar meski kaus belum terlalu lama digunakan. Inilah alasan mengapa dua kaus dengan harga berbeda bisa memiliki daya tahan kerah yang jauh berbeda.

3. Cara mencuci yang kurang tepat

ilustrasi mencuci pakaian menggunakan mesin cuci (pexels.com/RDNE Stock project)

Mencuci memang terlihat sederhana, tetapi ternyata bisa sangat berpengaruh terhadap bentuk kerah. Misalnya, mencuci menggunakan putaran mesin yang terlalu kuat, mengucek kerah secara berlebihan, atau mencampur kaus dengan pakaian berbahan berat seperti jeans dan jaket.

Gesekan yang terus terjadi selama proses pencucian dapat membuat serat kain lebih cepat rusak. Kalau dilakukan berulang kali, kerah akan kehilangan bentuknya dan mulai tampak longgar.

4. Kebiasaan menggantung kaus dalam waktu lama

ilustrasi kaus hitam (unsplash.com/Ryan Hoffman)

Banyak orang lebih suka menyimpan kaus menggunakan hanger karena lebih praktis. Sayangnya, cara ini juga bisa menjadi penyebab kerah cepat melar, terutama jika kaus berbahan cukup berat. Bobot kain akan terus menarik bagian bahu dan kerah selama disimpan.

Efeknya memang tidak langsung terlihat, tetapi setelah berminggu-minggu atau berbulan-bulan, bentuk kerah bisa berubah. Untuk kaus favorit, melipat pakaian sering kali menjadi pilihan yang lebih aman dibanding menggantungnya terlalu lama.

5. Proses menjemur yang kurang benar

ilustrasi menjemur pakaian (pixabay.com/JayMantri)

Cara menjemur ternyata juga punya pengaruh. Mengangkat kaus dalam keadaan basah hanya dari bagian kerah membuat area tersebut menahan beban seluruh pakaian yang masih dipenuhi air. Air membuat kain menjadi jauh lebih berat dibanding saat kering.

Sebaiknya, saat menjemur, angkat kaus dari bagian badan atau bahunya agar beban tersebar lebih merata. Dengan begitu, kerah tidak menerima tekanan berlebihan.

6. Ukuran kaus yang terlalu kecil

ilustrasi laki-laki mengenakan kaus hitam (unsplash.com/King Lito)

Memakai kaus yang ukurannya pas memang terlihat keren. Namun, jika ukurannya terlalu ketat, kerah akan terus meregang setiap kali dipakai. Semakin sering kerah dipaksa melebar agar kepala bisa masuk, semakin cepat pula elastisitasnya menurun.

Dalam jangka panjang, bentuk kerah akan berubah dan tidak bisa kembali seperti semula. Karena itu, memilih ukuran yang sedikit lebih lega bisa membantu memperpanjang usia pakai kaus.

7. Jahitan kerah yang kurang kuat

ilustrasi kaus (unsplash.com/Masaaki Komori)

Selain bahan, kualitas jahitan juga sangat menentukan. Kerah yang dijahit rapi dengan teknik yang baik biasanya mampu mempertahankan bentuknya lebih lama. Sebaliknya, jahitan yang kurang rapat atau kurang presisi membuat kerah lebih mudah berubah bentuk ketika menerima tarikan berulang. Hal ini sering ditemukan pada kaus dengan proses produksi yang lebih mengutamakan biaya murah dibanding daya tahan.

Pada akhirnya, kerah kaus yang mudah melar bukan hanya dipengaruhi usia pakaian. Cara memakai, mencuci, menjemur, hingga kualitas bahan dan jahitannya sama-sama berperan. Dengan perawatan yang tepat, kaus favoritmu bisa tetap terlihat rapi lebih lama tanpa harus cepat diganti hanya karena bagian kerahnya sudah berubah bentuk.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article