ilustrasi kemeja putih (instagram.com/watchout.oxa)
Ukuran menjadi hal yang sangat penting yang perlu kamu perhatikan. Hal tersebut supaya kamu merasa nyaman saat mengenakan kemeja. Tentu kamu tidak ingin merasa gerah selama seharian ketika bekerja, kan?
Untuk menghindari hal tersebut, maka kamu perlu untuk memperhatikan ukuran kemeja kamu dengan baik. Pertama, kamu harus memastikan kerah kemejamu tidak mencekik leher.
Kemudian kamu juga perlu memperhatikan lingkar lengan apakah terlalu ketat atau tidak. Selanjutnya ke bagian pinggang. Walaupun mungkin kamu menyukai potongan fitted, bukan berarti kamu harus mengenakan kemeja yang berkerut-kerut pada bagian perut.
Beberapa cara di atas bisa kamu praktikkan saat memutuskan untuk memilih kemeja formal kantor yang cocok. Bikin penampilanmu super menawan, deh!
Bagaimana cara memilih kerah kemeja formal yang sesuai dengan bentuk wajah? | Pria dengan wajah bulat disarankan memilih kerah tinggi untuk memberikan kesan leher lebih jenjang, sedangkan pemilik wajah tirus lebih cocok menggunakan kerah yang rendah dan berukuran kecil. |
Apakah kemeja lengan pendek boleh dipakai untuk ke kantor? | Kemeja lengan pendek atau tiga perempat diperbolehkan jika budaya berpakaian di kantor kamu cenderung santai dan praktis. Namun, untuk kesan yang paling formal, kemeja lengan panjang tetap menjadi pilihan utama. |
Warna kemeja apa saja yang aman dan disarankan untuk pekerja kantoran? | Pilih warna-warna netral dan profesional seperti putih, hitam, krem, biru terang, atau hijau. Hindari warna yang terlalu mencolok atau terang seperti kuning neon dan oranye. |
Bagaimana memastikan ukuran kemeja formal sudah pas dan nyaman di tubuh? | Pastikan kancing kerah paling atas tidak mencekik leher, lingkar lengan tidak terlalu ketat, dan bagian pinggang atau perut tidak berkerut-kerut akibat terlalu sempit saat dipakai. |
Kapan seorang pria disarankan memakai kemeja flanel ke kantor? | Kemeja flanel yang dipadukan dengan celana kain cocok dipakai jika kamu ingin tampil rapi namun tidak terkesan terlalu kaku atau serius di lingkungan kerja yang semi-formal. |