Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi produk dengan bahan shell cordovan
ilustrasi produk dengan bahan shell cordovan (unsplash.com/Travis)

Intinya sih...

  • Shell cordovan berasal dari Cordoba, Spanyol pada abad ke-7

  • Shell cordovan merupakan lapisan kulit tengah area pantat kuda yang kaya serat dan jaringan

  • Proses penyamakan shell cordovan memakan waktu 6-10 bulan

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Produk yang terbuat dari bahan kulit asli ada bermacam-macam jenisnya. Mulai dari kulit sapi, domba, kambing, hingga shell cordovan yang terkenal digunakan untuk produk-produk kelas atas. Shell cordovan begitu digemari pecinta produk kulit karena kualitas kulitnya yang luar biasa.

Jika belum tahu jenis kulit shell cordovan, maka kamu bisa lanjut baca artikel ini, bro. Karena kali ini IDN Times bakal bahas sejarah dan fakta kulit kelas atas ini. Jadi, langsung cek pembahasannya di bawah ini ya, bro!

1. Asal mula shell cordovan berasal dari Cordoba, Spanyol

ilustrasi produk dengan bahan shell cordovan (unsplash.com/Mikael Lukman2qq

Cikal bakal shell cordovan lahir pada abad ke-7 di Cordoba, Spanyol. Pada saat itu, Cordoba memang dikenal sebagai pusat produksi barang-barang yang terbuat dari berbagai kulit hewan dengan kualitas tinggi. Sampai pada abad ke-16 di Eropa Utara, pada pengrajin mulai membuat kulit yang diambil dari pantat kuda.

Kulit dari pantat kuda ini membutuhkan proses yang panjang sehingga merupakan barang yang langka dan eksklusif. Kulit pantat kuda terkenal sangat kuat, sehingga menjadi pilihan bahan untuk barang-barang mewah yang membutuhkan daya tahan tinggi. Hingga pada abad ke-19, kulit dari pantat kuda identik dengan sebutan shell corodovan, dan menjadi bahan kulit yang sangat eksklusif hingga saat ini.

2. Shell cordovan merupakan lapisan kulit tengah area pantat kuda yang kaya serat dan jaringan

ilustrasi kuda untuk shell cordovan (unsplash.com/Annika Treial)

Saat ini, perusahaan Amerika, Horween Leather Company, dan perusahaan Jepang, Shinki Hikaku, menjadi yang paling dikenal sebagai produsen kulit shell cordovan terbesar. Tak banyak perusahaan yang mampu memroduksi shell cordovan karena prosesnya yang panjang dan sulit. Shell cordovan didapat dari dua bagian oval di area pantat kuda. Sehingga jumlahnya sangat terbatas ketimbang kulit hewan lainnya.

Selain itu, shell cordovan berbeda dengan kulit hewan lain. Karena shell cordovan merupakan lapisan kulit bagian tengah. Ini berbeda dengan kulit hewan lain yang menggunakan lapisan kulit luar. Di area kulit tengah, kaya akan serat dan jaringan sehingga shell cordovan bisa sangat kuat.

3. Proses penyamakan shell cordovan memakan waktu 6-10 bulan

ilustrasi produk dengan bahan shell cordovan (unsplash.com/)

Tak hanya langka karena bahannya terbatas, sudah ada bahannya pun proses agar bisa digunakan sebagai produk juga masih melalui rangkaian panjang. Pembuatan shell cordovan menggunakan proses penyamakan alami dengan bahan nabati setidaknya selama 6 bulan.

Kemudian kulit diproses dengan pemberian minyak dan wax, serta dilakukan penggosokkan hingga kulit berkilau. Total lamanya produksi shell cordovan adalah 6-10 bulan. Durasi yang cukup lama untuk membuat suatu bahan produk fashion. Padahal pada kulit hewan lain, proses penyamakan hanya perlu beberapa hari saja.

4. Kulit shell cordovan tidak bisa berkerut

ilustrasi sepatu dengan sol kulit asli (unsplash.com/Aria Johnson)

Salah satu yang ditakutkan penggemar produk dengan bahan kulit adalah creasing. Yakni proses kulit menjadi berkerut karena sering terlipat saat dipakai. Namun, kulit shell cordovan istimewa.

Karena terbuat dari bahan yang kuat, kulit shell cordovan tidak akan creasing. Kulit shell cordovan hanya akan menggulung tanpa meninggalkan kerutan. Ini menjadi hal yang sangat dihargai pecinta produk kulit. Karena kulit akan terlihat bebas kerutan meski sering dipakai.

5. Shell cordovan memiliki tingkat kilau yang tinggi

ilustrasi sepatu dengan sol berbahan kulit (unsplash.com/Noah Smith)

Produk kulit biasa misalnya sepatu, perlu disemir secara berkala untuk menjadikannya terlihat berkilau. Namun, shell cordovan terkenal akan kilauannya yang sangat awet. Bahkan tak perlu sering-sering disemir ulang. Ini karena kulit shell cordovan tidak memiliki pori-pori sehingga kilauan yang berasal dari minyak dan wax saat proses produksi dapat tetap bertahan.

Jika ingin mengembalikan kilau shell cordovan juga bisa dilakukan dengan mudah, cukup diberi sedikit wax untuk melembapkan kembali. Patina yang dihasilkan shell cordovan juga sangat indah. Semakin dipakai, justru semakin bagus dan terlihat berkilau.

Shell cordovan biasa ditemui pada sepatu, strap jam tangan, serta dompet. Karena langka dan eksklusif, harga produk dengan bahan shell cordovan umumnya lebih tinggi dibanding kulit biasa. Nah, setelah tahu sejarah dan faktanya, apa kamu tertarik memiliki produk dengan bahan shell cordovan, bro?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team