ilustrasi mencuci (www.instagram.com/nuts.about.yarn)
Bagi sebagian orang, memakai baju baru tanpa dicuci mungkin tidak menimbulkan masalah yang berarti. Namun untuk pemilik kulit sensitif, hal ini perlu menjadi perhatian. Ada sisa bahan kimia dan pewarna pada pakaian baru bisa memicu iritasi atau ruam yang membuat kulit terasa gatal dan kurang nyaman.
Nah, kondisi seperti ini biasanya muncul karena kulit bereaksi terhadap zat-zat yang masih menempel dari proses produksi pakaian. Sisa bahan kimia pada pakaian baru juga bisa menjadi pemicu alergi buat beberapa orang. Bahkan, rasa gatal dan perihnya bisa timbul secara langsung hingga menimbulkan bekas di kulit, lho.
Selain masalah kulit, pakaian baru yang belum dicuci juga berpotensi membawa kotoran dan bakteri dari proses penyimpanan maupun saat dipajang di toko. Apalagi, kita tidak pernah benar-benar tahu sudah berapa banyak orang yang menyentuh atau mencoba pakaian tersebut sebelumnya. Dan, daripada mengambil risiko yang sebenarnya bisa dicegah, lebih baik luangkan waktu sebentar untuk mencuci baju baru terlebih dahulu.
Pada pakaian baru juga, biasanya masih ada lapisan tambahan dari pabrik yang membuat kain terasa agak kaku atau kasar saat disentuh. Setelah dicuci, serat kain umumnya akan terasa lebih lembut sehingga pakaian jadi lebih nyaman dipakai. Hal kecil seperti ini sering gak disadari, padahal bisa berpengaruh pada kenyamanan saat mengenakan baju.
Gak kalah penting, mencuci pakaian baru bisa membantu menghilangkan sisa pewarna yang masih menempel di permukaan kain. Ini penting terutama untuk pakaian berwarna gelap atau terang yang rentan luntur pada pencucian awal. Dengan begitu, risiko warna menempel ke kulit atau pakaian lain pun bisa lebih diminimalkan.