Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
1.726 WNI di Kamboja Geruduk KBRI Usai Keluar Sindikat Penipuan Daring
KBRI Phnom Penh Terus Tingkatkan Penanganan WNI di Kamboja. (Dok. Kemlu)

Intinya sih...

  • KBRI Phnom Penh menerima 1.726 WNI yang keluar dari sindikat penipuan daring di Kamboja

  • Hingga siang hari tadi, KBRI menerima lagi 120 WNI dan tidak ada kecenderungan WNI sebagai korban TPPO

  • Pemerintah Kamboja sedang sikat sindikat penipuan online, KBRI melakukan langkah-langkah penanganan termasuk pendataan dan penerbitan SPLP bagi WNI tanpa dokumen

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - KBRI Phnom Penh menginformasikan lonjakan jumlah Warga Negara Indonesia (WNI) yang datang ke KBRI usai berhasil keluar dari sindikat penipuan daring (online scam) di berbagai wilayah Kamboja.

Duta Besar RI untuk Kamboja, Santo Darmosumarto, melaporkan sejak 16-21 Januari 2026 sudah ada 1.726 WNI yang datang melapor. Hal ini diungkap Santo dalam konferensi pers Kamis (22/1/2026) sore waktu Indonesia.

"Jadi mulai tanggal 16 sampai 21 itu, sekarang sudah ada 1.726 warga negara Indonesia yang datang ke KBRI untuk menyampaikan laporan, bahwa mereka baru saja keluar dari sindikat penipuan online di berbagai tempat di Kamboja," kata dia.

1. Hingga siang hari tadi KBRI Phnom Penh telah menerima lagi 120 WNI

KBRI Phnom Penh Terus Tingkatkan Penanganan WNI di Kamboja. (Dok. Kemlu)

Santo menyebut angka itu terus bertambah. Hingga siang hari ini, KBRI Phnom Penh telah menerima lagi 120 WNI yang melapor. Dia juga tidak membantah angka itu bakal bertambah.

"Ada kemungkinan akan bertambah tapi kita tidak tahu nih apakah memang benar melandai atau memang sebenarnya permasalahannya adalah mereka-mereka belum sampai di sini saja," ujarnya.

2. Tidak ada kecenderungan WNI yang terindikasi sebagai korban TPPO

KBRI Phnom Penh Terus Tingkatkan Penanganan WNI di Kamboja. (Dok. Kemlu)

Santo menjelaskan status WNI berdasarkan early assessment KBRI. Lewat berbagai identifikasi tidak didapatkan kecenderungan WNI yang terindikasi sebagai korban Tindak Pidana Pedagangan Orang (TPPO).

"Tidak ada yang menunjukkan tanda-tanda kekerasan fisik. Kondisi fisiknya sebagian besar dalam keadaan aman dan sehat, tentunya ya karena kan perjalanan panjang. Ada yang stres, ada yang letih, dan ada yang trauma," ujar dia.

3. Pemerintah Kamboja sedang sikat sindikat penipuan online

Bendera Kamboja (Unsplash.com/Daniel Bernard)

Sebagaimana diketahui, sejak 16 Januari 2026, Pemerintah Kamboja mengintensifkan upaya pemberantasan penipuan daring, yang berdampak pada pembubaran sejumlah lokasi operasi sindikat. Kondisi tersebut menyebabkan ribuan warga negara asing keluar dari lokasi-lokasi sindikat, termasuk WNI.

Pada Rabu malam, 21 Januari 2026, Santo berinteraksi langsung dengan sekitar 100 WNI yang berada di sekitar KBRI Phnom Penh. Dia mendengarkan aspirasi WNI serta menjelaskan langkah-langkah pelindungan yang telah dan akan dilakukan.

4. KBRI Phnom Penh melakukan langkah-langkah penanganan

Duta Besar RI untuk Kamboja Santo Darmosumarto, bertemu dengan Menteri Senior Chhay Sinarith untuk membahas penanganan kejahatan penipuan daring (online scam). (Dok. KBRI Phnom Penh)

Dalam penanganan kasus tersebut, KBRI Phnom Penh bekerja sama dengan instansi terkait di Indonesia untuk melakukan berbagai langkah perlindungan terhadap WNI. Upaya yang dilakukan meliputi pendataan dan penerbitan SPLP bagi WNI tanpa dokumen, pemberian layanan medis bagi kelompok rentan, serta wawancara untuk mengidentifikasi indikasi TPPO.

Selain itu, KBRI memfasilitasi penginapan sementara dan membantu komunikasi antara WNI dengan keluarga di tanah air selama proses pemulangan berlangsung.

Editorial Team