Jakarta, IDN Times -Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merekomendasikan untuk memerhatikan lokasi pembangunan, khususnya di wilayah-wilayah yang rumahnya rusak berat.
Kepala PVMBG Sri Hidayati mengatakan, potensi bahaya yang mungkin terjadi selain gempa bumi adalah gerakan tanah. Pihaknya telah melakukan pemetaan di beberapa wilayah.
"Titik yang terjadi kerusakan tanah karena proses deformasi atau gerakan tanah sebaiknya tidak digunakan pembangunan kembali rumah rusak berat," ujar Sri pada rapat koordinasi Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Gempa Bumi Lombok di Desa Madayin, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, Rabu (1/8).
Dusun Melempo yang berlokasi di Desa Obel-Obel teridentifikasi memiliki 11 retakan tanah.
"Setiap retakan yang ditelusuri di mana rumah terbangun rusak semua,” imbuh Sri.