Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
7 Korban Terhimpit di Gerbong KRL Masih Hidup, Semuanya Perempuan
Kecelakaan KRL dan Argo Bromo di Bekasi Timur, Senin (27/4/2026). (IDN Times/Imam Faishal)
  • Tujuh korban perempuan masih terhimpit di gerbong KRL setelah tabrakan dengan kereta Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur.
  • Basarnas terus melakukan evakuasi sejak dini hari dan memastikan para korban yang masih hidup mendapat penanganan medis langsung di lokasi.
  • Hingga pukul 04.00 WIB, total 33 penumpang berhasil dievakuasi, dengan empat orang dilaporkan meninggal dunia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Dua kereta tabrakan di Bekasi. Banyak orang terluka. Ada tujuh perempuan masih terjepit di gerbong tapi mereka hidup. Petugas Basarnas kerja keras menolong mereka. Dokter juga bantu supaya korban tidak terlalu sakit karena kakinya kejepit. Sudah 33 orang diselamatkan, tapi empat orang meninggal dunia. Evakuasi masih terus dilakukan sekarang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Proses evakuasi korban tabrakan kereta commuter line dengan kereta Argo Bromo Anggrek masih terus dilakukan. Hingga Selasa (28/4/2026) pukul 04.00 WIB masih ada tujuh korban terhimpit yang hidup.

"Jadi di permukaan yang terlihat masih ada tujuh korban yang akan kita evakuasi," ujar Kepala Basarnas Marsdya TNI Mohammad Syafi'i di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat.

" Yang kita lihat secara fisik semuanya perempuan," lanjutnya.

Sementara evakuasi berlangsung, para korban juga mendapatkan penanganan medis. Sehingga, ketika korban merasa sakit berlebihan akan bisa ditangani dengan cepat.

"Ketika mereka merasa sakit berlebihan diberi tindakan medis untuk mengurangi rasa sakit karena kondisi khususnya kaki dalam kondisi terjepit," ujarnya.

Basarnas menyebut sejauh ini telah berhasil mengevakuasi 33 penumpang. Dari jumlah tersebut, empat di antaranya meninggal dunia.

Editorial Team