1 Jenazah Korban Tabrakan KRL-Kereta Argo Bromo Kembali Dievakuasi

- Basarnas mengevakuasi satu kantong jenazah dari gerbong nomor 10 usai tabrakan antara CommuterLine dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur.
- Empat orang dilaporkan meninggal dunia dan 74 korban luka telah dibawa ke tiga rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
- Kecelakaan diduga dipicu oleh taksi Green SM yang tertemper kereta sekitar pukul 21.00 WIB, mengganggu sistem perkeretaapian di area Stasiun Bekasi Timur.
Jakarta, IDN Times - Proses evakuasi korban tabrakan CommuterLine dengan Kereta Jarak Jauh KA Argo Bromo Anggrek menunjukkan perkembangan. Basarnas terlihat berhasil mengangkut satu kantong jenazah lagi dari dalam gerbong kereta, Selasa dini hari (28/4/2026).
Dalam video yang diterima dari Basarnas, terlihat petugas Basarnas dibantu relawan medis dan prajurit TNI bersama-sama mengangkat kantong jenazah keluar dari gerbong nomor 10.
Sebelumnya, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Bobby Rasyidin, mengatakan hingga Selasa pukul 01.00 WIB, setidaknya masih ada sekitar 7 korban terjebak di dalam gerbong.
Sementara itu, terdapat empat korban yang dinyatakan meninggal dunia dalam insiden ini. Sedangkan korban luka telah mencapai 74 orang yang dilarikan ke tiga rumah sakit.
Bobby mengatakan kronologi kecelakaan kereta ini bermula sekitar pukul 21.00 WIB ketika taksi Green SM tertemper kereta. Hal ini diduga memicu kecelakaan antara Bromo Anggrek dan CommuterLine di Stasiun Bekasi Timur.
"Kejadian ini di jam kurang jam 09.00 kurang, dimulai dengan adanya temperan taksi hijau ya, itu di JPL 85. Sehingga ini yang kami curigai itu membuat sistem perkeretaapian di daerah stasiun emplasemen Bekasi Timur ini agak terganggu," ujarnya di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa.








