Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
7 Poin Hasil Penelusuran Tim Khusus Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat
Mensos Syaifullah Yusuf gelar konpers pengadaan sepatu Sekolah Rakyat di Gedung Kemensos Rabu (13/5/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)
  • Tim khusus Kemensos mengklarifikasi proses pengadaan sepatu Sekolah Rakyat 2025 dan memastikan prosedur berjalan sesuai mekanisme yang berlaku.
  • Hasil penelusuran menemukan potensi maladministrasi akibat volume besar, keterbatasan waktu, serta sumber daya manusia dalam pelaksanaan pengadaan.
  • Kemensos menegaskan akan menindaklanjuti temuan dengan sanksi disiplin atau hukum bila ada pelanggaran, sekaligus menjadikannya evaluasi tata kelola pengadaan ke depan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Tahun 2025

Kementerian Sosial melaksanakan proses pengadaan sepatu untuk program Sekolah Rakyat dengan anggaran sekitar Rp27 miliar.

13 Mei 2026

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono membacakan tujuh poin hasil klarifikasi tim khusus terkait pengadaan sepatu Sekolah Rakyat di Gedung Kemensos, menyatakan proses telah sesuai prosedur namun ada potensi maladministrasi dan akan dilakukan pendalaman lebih lanjut.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Tim khusus Kementerian Sosial mengumumkan tujuh poin hasil klarifikasi terkait proses pengadaan sepatu untuk program Sekolah Rakyat tahun 2025.
  • Who?
    Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono bersama Inspektur Jenderal Kemensos memimpin tim khusus yang melakukan penelusuran dan menyampaikan hasil klarifikasi tersebut.
  • Where?
    Pemaparan hasil dilakukan di Gedung Kementerian Sosial, Jakarta.
  • When?
    Penyampaian hasil klarifikasi berlangsung pada Rabu, 13 Mei 2026.
  • Why?
    Klarifikasi dilakukan karena adanya sorotan publik terhadap anggaran pengadaan sepatu senilai Rp27 miliar dengan asumsi Rp700 ribu per pasang.
  • How?
    Tim khusus menelusuri dokumen, mekanisme, serta pelaksanaan pengadaan; menemukan potensi maladministrasi akibat keterbatasan waktu dan SDM; serta menyiapkan tindak lanjut disiplin atau hukum bila ditemukan pelanggaran.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada orang-orang di Kementerian Sosial yang bikin tim khusus untuk lihat soal beli sepatu buat anak Sekolah Rakyat. Pak Agus Jabo yang pimpin tim itu. Mereka bilang sudah periksa semua dokumen dan cara belinya. Katanya ada banyak sepatu dan waktu sedikit, jadi bisa ada salah urus. Sekarang mereka mau cek lagi biar tahu kalau ada yang salah dan kasih hukuman kalau perlu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Langkah Kementerian Sosial membentuk tim khusus dan mempublikasikan tujuh poin hasil klarifikasi menunjukkan komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas dalam pengadaan sepatu Sekolah Rakyat. Dengan menegaskan prosedur yang telah sesuai aturan serta membuka ruang evaluasi dan penegakan disiplin, kementerian memperlihatkan upaya serius memperkuat tata kelola internal secara profesional dan terbuka.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Tim khusus Kementerian Sosial (Kemensos) mengungkap tujuh poin hasil klarifikasi dalam proses pengadaan sepatu Sekolah Rakyat tahun 2025. Hasil ini disampaikan langsung Wakil Menteri Sosial (Wamensos), Agus Jabo Priyono yang ditunjuk sebagai Ketua Tim Khusus penelusuran pengadaan sepatu Sekolah Rakyat.

"Saya bersama Pak Irjen ditunjuk untuk menjadi tim khusus. Jadi, saya akan membacakan hasil klarifikasi tim khusus dalam proses pengadaan sepatu di Kementerian Sosial tahun 2025," ujar Agus Jabo di Gedung Kemensos, Rabu (13/5/2026).

Pertama, kata dia, isu pengadaan sepatu di Kementerian Sosial telah dilakukan klarifikasi oleh tim khusus terhadap dokumen, mekanisme, dan tim terkait pengadaan.

Kedua, secara umum proses pengadaan telah dilaksanakan sesuai dengan prosedur dan mekanisme yang berlaku.

"Ketiga, berdasarkan hasil klarifikasi terhadap proses pengadaan barang dan jasa, diketahui terdapat volume pengadaan besar, adanya keterbatasan waktu, dan keterbatasan sumber daya manusia sehingga ada potensi maladministrasi," ujar Agus Jabo.

Keempat, kata Agus, pihaknya akan melakukan pendalaman untuk memastikan apakah terdapat ketidaktepatan dalam proses pengadaan barang dan jasa maupun kemungkinan adanya selisih antara perencanaan dan realisasi.

"Kelima, apabiladitemukan permasalahan sebagaimana dugaan di atas, maka pihak terkait akan diminta pertanggungjawaban sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan akan dikenakan sanksi disiplin pegawai yang terlibat," ujar dia.

Keenam, apabila ditemukan adanya aspek pelanggaran hukum, maka penanganannya akan diserahkan kepada aparat penegak hukum sesuai dengan kewenangannya.

"Ketujuh, isu ini menjadi evaluasi penting bagi tata kelola pengadaan barang dan jasa Kementerian Sosial ke depannya agar semakin cermat, akuntabel, transparan, dan profesional," ujar dia.

Pengadaan sepatu untuk Sekolah Rakyat menjadi sorotan publik setelah Kemensos menganggarkan Rp27 miliar untuk sepatu tersebut dengan asumsi Rp700 ribu per pasang.

Editorial Team