Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Aboe Bakar Al-Habsyi Minta Maaf Tuding Kiai Madura Terlibat Bisnis Narkoba
Anggota Fraksi PKS DPR RI Habib Aboe Bakar Al-Habsyi meminta maaf setelah menuding kiyai Madura diduga terlibat dalam pusaran bisnis narkoba. (Dok. DPR RI).

  • Habib Aboe Bakar Al-Habsyi memenuhi panggilan MKD DPR RI untuk mengklarifikasi pernyataannya soal dugaan keterlibatan tokoh agama Madura dalam bisnis narkoba.
  • Aboe Bakar menyampaikan permintaan maaf terbuka kepada masyarakat dan ulama Madura, serta telah berkunjung ke sejumlah pesantren sebagai bentuk tanggung jawab moral.
  • Ia menegaskan pentingnya peran pesantren dan ulama dalam edukasi serta pencegahan narkoba, sekaligus berkomitmen menjaga etika dan kehormatan sebagai anggota DPR.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
7 April 2026

Dalam rapat kerja Komisi III DPR dengan Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto, Aboe Bakar Al-Habsyi menyampaikan pernyataan yang menuding adanya tokoh agama di Madura terlibat bisnis narkoba.

14 April 2026

Aboe Bakar Al-Habsyi memenuhi panggilan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) untuk klarifikasi dan menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada masyarakat serta ulama Madura atas pernyataannya sebelumnya.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Habib Aboe ngomong soal orang di Madura yang katanya ikut narkoba, tapi banyak orang marah karena itu. Terus dia datang ke tempat kerja DPR dan bilang maaf sama semua kiai dan orang Madura. Dia juga sudah pergi ke pesantren buat minta maaf langsung. Sekarang dia janji mau lebih hati-hati kalau bicara lagi.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Permintaan maaf terbuka Aboe Bakar Al-Habsyi menunjukkan sikap tanggung jawab dan kesediaan untuk memperbaiki hubungan dengan masyarakat Madura. Langkahnya sowan ke pesantren menandakan penghormatan terhadap ulama serta pengakuan atas peran penting mereka dalam pemberantasan narkoba. Sikap reflektif ini mencerminkan komitmen etis seorang wakil rakyat dalam menjaga kehormatan lembaga dan masyarakat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Anggota Komisi III DPR RI, Habib Aboe Bakar Al-Habsyi memenuhi panggilan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI untuk mengklarifikasi maksud pernyataannya. Pernyataan yang dimaksud tentang tudingan adanya tokoh agama di Madura yang diduga terlibat pusaran bisnis narkoba.

Setelah memenuhi panggilan MKD, Aboe Bakar Al-Habsyi menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat Madura yang tersinggung atas pernyataannya itu. Pernyataan tersebut disampaikan dalam rapat kerja antara Komisi III DPR dan Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto pada Selasa (7/4/2026).

"Saya menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada ulama, kiai, keempat wilayah tersebut, keempat kabupaten tersebut," kata dia di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (14/4/2026).

Anggota Fraksi PKS DPR RI itu menyadari narasi yang berkembang dapat menimbulkan persepsi dan menyudutkan ulama dan pesantren Madura. Dia pun mengaku sudah sowan ke sejumlah pesantren di Madura sebagai bentuk tanggung jawab atas pernyataannya.

Aboe Bakar meyakini, pesantren memiliki peran strategis dalam pemberantasan narkoba. Menurut dia ulama memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam edukasi dan pencegahan.

"Peristiwa ini menjadi pelajaran berharga bagi saya untuk lebih berbaik hati dalam menyampaikan, lebih berhati-hati, maksud saya, dalam menyampaikan pandangan di ruang publik. Saya berkomitmen untuk terus menjaga etika, kehormatan, dan muruah sebagai anggota Dewan Perwakilan Republik Indonesia," kata dia.

Sebelumnya, Aboe Bakar mengungkapkan keprihatinan mendalam mengenai peredaran narkoba yang mulai menyusup ke sektor-sektor yang sebelumnya dianggap sakral saat rapat bersama Kepala BNN Suyudi, Ario Seto pada Selasa (7/4/2026).

Dia mencontohkan temuan mengejutkan di wilayah Madura, di mana narkotika disinyalir mulai bersentuhan dengan lingkungan pesantren dan oknum tokoh agama.

"Contoh, Madura. Saya itu kaget, Pak, ulama sudah mulai ikut terlibat juga dengan narkotika, coba cek benar tidak? Pesantren-pesantren itu juga, Pak. Ini ada apa? Ternyata ada cuan di situ, Pak. Ada cuan di situ, cuannya banyak, bukan dikit," kata dia dalam rapat itu.

Editorial Team