Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ada RT, RW Diduga Dukung RIDO, Pramono Minta Bawaslu Bersikap
Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut 3, Pramono Anung (dok. Tim Pemenangan Pramono-Rano)
  • Bawaslu Jakarta tengah menyelidiki temuan dukungan tertulis RT, RW, dan LMK di Cilincing bagi pasangan calon RIDO.
  • Pramono Anung mendesak Bawaslu untuk bersikap tegas terhadap netralitas aparat dalam Pilkada DKI Jakarta.
  • Jika terbukti melanggar, Bawaslu DKI Jakarta akan memberikan sanksi tegas kepada pihak yang terlibat dalam pelanggaran netralitas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jakarta tengah menyelidiki temuan yang mengindikasikan sejumlah RT, RW, dan Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) di wilayah Cilincing, Jakarta Utara, memberikan dukungan tertulis kepada pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut satu, Ridwan Kamil dan Suswono atau RIDO.

Kasus ini mencuat setelah beredarnya surat dukungan yang diduga ditandatangani oleh aparat kelurahan setempat. Tindakan ini dinilai bertentangan dengan aturan yang mewajibkan netralitas aparat dalam proses Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

Menanggapi hal tersebut, calon Gubernur Jakarta nomor urut tiga, Pramono Anung, mendesak Bawaslu untuk bersikap tegas. Ia mengingatkan netralitas aparat, termasuk RT dan RW.

"Saya yang seperti ini mendorong Bawaslu untuk mengambil sikap," ujar Pramono di Hotel Tavia Heritage, Jakarta, Jumat (22/11/2024).

1. Mencoreng prinsip keadilan dalam demokrasi

Calon Gubernur DKI Jakarta Nomor Urut 3 Pramono Anung di debat terakhir, Minggu (17/11/2024). (YouTube KPU DKI Jakarta).

Pramono menekankan, tindakan mendukung salah satu pasangan calon secara terang-terangan oleh aparat akan mencoreng prinsip keadilan dalam demokrasi. Pramono mengingatkan, Pilkada seharusnya berjalan jujur dan adil, tanpa kecurangan dari pihak mana pun.

"Saya sungguh berharap aparat penegak hukum, siapa pun itu, termasuk RT RW seperti kejadian di Cilincing itu tidak mengulangi," ucap dia.

2. Pramono sebut rakyat Jakarta tidak akan tinggal diam

Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut 3, Pramono Anung (Tim Media Pramono-Rano)

Menurutnya, jika praktik seperti ini terus terjadi, rakyat Jakarta tidak akan tinggal diam. Pramono percaya masyarakat Jakarta memiliki integritas tinggi dalam menjaga proses demokrasi yang bersih.

"Pokoknya kalau mau curang di Jakarta rakyat yang akan bertindak," kata dia.

3. Bawaslu Jakarta Utara lakukan penyelidikan

Logo Bawaslu (bawaslu.go.id)

Sebelumnya, anggota Bawaslu Provinsi DKI Jakarta, Benny Sabdo mengatakan, Bawaslu Jakarta Utara sedang melakukan investigasi untuk memverifikasi kebenaran surat pernyataan tersebut. Ia menyatakan bahwa dugaan ini merupakan pelanggaran serius terhadap prinsip netralitas yang diatur dalam peraturan pemilu.

“Bawaslu Jakarta Utara sedang menelusuri perihal tersebut. Kami sudah mengimbau sebelumnya agar RT dan LMK bersikap netral dan tidak terlibat politik praktis,” ujar Benny kepada jurnalis, Jumat (22/11/2024).

Benny menegaskan, apabila terbukti melanggar, Bawaslu DKI Jakarta tidak akan ragu untuk memberikan sanksi tegas kepada pihak-pihak yang terlibat.

“Jika mereka terbukti melanggar, Bawaslu DKI Jakarta akan menindak tegas," kata dia.

Bawaslu Provinsi DKI Jakarta berharap agar semua pihak, terutama yang memiliki peran struktural di masyarakat seperti RT, RW, dan LMK, dapat menjadi contoh dalam menjaga netralitas pada Pilgub Jakarta 2024. Netralitas ini penting untuk memastikan pemilu berlangsung jujur, adil, dan demokratis.

Editorial Team