Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
WhatsApp Image 2025-08-20 at 16.40.06 (1).jpeg
Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Balai Kota, Rabu (20/8/2025)(IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Intinya sih...

  • Ahok kritik DPR karena takut hadapi rakyat, demo berujung tewasnya driver ojol dalam kericuhan di Jakarta.

  • Dia menuntut pemerintah untuk menerima kritik dari masyarakat yang melakukan demo dan mencari solusi atas permasalahan yang dihadapi.

  • Ahok juga menuntut agar keluarga driver ojol yang meninggal diberikan santunan dan biaya hidup.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Mantan Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) melontarkan kritik pedas kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Hal ini jadi respons dia atas tewasnya driver ojek online (ojol), Affan Kurniawan setelah dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob di Jakarta dalam kericuhan demo Kamis, 28 Agustus 2025 malam.

Dia mengatakan, saat menjadi Gubernur DKI Jakarta dan menghadapi demo buruh, massa bisa pulang karena didengarkan. Bedanya, menurut dia, DPR takut menyelesaikan permintaan masyarakat yang menuntut mereka.

"Tapi persoalannya, saya dulu waktu didemo buruh pun di Balai Kota, kenapa bisa selesai (lalu) pulang? Saya terima mereka masuk, dan saya dengarkan apa mau mereka, dan saya carikan solusinya. Tapi yang terjadi (sekarang), kita tidak mau terima mereka atau memang kita takut. Pemerintahnya takut, DPR takut, tidak bisa menyelesaikan permintaan mereka," kata Ahok dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, Jumat (29/8/2025).

Dia mengkritik pemerintah, jangan hanya meminta pajak pada masyarakat tetapi tidak bisa menerima kritik dari masyarakat yang melakukan demo.

"Jangan cuma minta mau pajak, jangan cuma minta kejadian demo dibiarkan. Terima! Kenapa Anda tidak berani terima orang demo? Untuk dengarkan masalahnya dan cari solusinya," ujarnya.

Menurut Ahok, upaya mencari solusi tidak pernah dilakukan.

"Karena memang kita kelihatan tidak mau mengubah, tidak mau memperbaiki," katanya.

Ahok pun menuntut, agar Affan diberikan santunan dan memberikan biaya hidup kepada keluarga yang ditinggalkan. Sebagai informasi, Affan merupakan tulang punggung keluarga.

Editorial Team