Affan Kurniawan Anak Buruh Cuci dan Ojol, Tulang Punggung Keluarga

- Affan Kurniawan, anak buruh cuci dan driver ojol, tewas dilindas mobil rantis polisi di tengah kerumunan massa.
- Sebagai tulang punggung keluarga, Affan membantu ayahnya membayar kontrakan dan membiayai sekolah adiknya.
- Ia hidup sederhana, hanya keluar untuk bekerja mengantar pesanan sebagai driver ojol dan tidak suka bergaul bebas.
Jakarta, IDN Times - Dari kontrakan sempit berukuran 3x12 meter di gang kecil kawasan Menteng, Jakarta Pusat, kisah pilu Affan Kurniawan yang tewas dilindas mobil rantis polisi saat mengais rupiah mengalir.
Pemuda berusia 21 tahun ini merupakan anak dari seorang buruh cuci dan driver ojek online (online). Hidup sederhana, Affan justru memikul beban berat menjadi tulang punggung keluarga, membayar kontrakan, hingga memastikan adik-adiknya tetap sekolah.
"Kalau tulang punggung, iya. Karena dia yang ngebantu orang tuanya untuk bayar kontrakan, terus adiknya sekolah,” ucap Muri (50), pemilik kontrakan, Jumat (29/8/2025).
Namun langkah Affan mendadak berhenti pada Kamis (28/8/2025). Saat mengantar pesanan, Affan terjebak di tengah kerumunan massa. Panik mencari jalan keluar, ia terjatuh. Tragis, tubuhnya terlindas mobil taktis polisi saat sedang mengantar makanan.
"Dia ini GoSend. Terus pulang kejebak di situ, di situ dia panik. Panik lari ke mana-ke mana, akhirnya dia ada di tengah-tengah itu. Dia jatuh terus terlindas," ucapnya.
Semasa hidupnya, Affan membantu ayahnya dalam memenuhi biaya hidup keluarganya. Ayah Affan yang juga bekerja sebagai driver ojol fokus menutupi kebutuhan sehari-hari, sementara Affan mengambil peran membayar sebagian kontrakan senilai Rp2 juta per bulan dan membiayai sekolah adiknya
"Kalau bayar kontrakan, terus separuh-separuh sama bapaknya. Bapaknya untuk biaya kehidupan, dia untuk bayar sekolah adiknya, terus segala macam. Ya, yang saya tahu," lanjut Muri.
Sehari-hari, Affan bukanlah anak muda yang suka bergaul bebas. Ia lebih sering berada di rumah, hanya keluar untuk bekerja mengantar pesanan sebagai driver ojol.
"Terus anaknya juga enggak, ini lah, enggak macam-macam, enggak pernah main apa segala macam," katanya.
Sebelumnya, ia pernah menjadi penjaga keamanan di lingkungan, lalu membeli motor dengan cara mencicil untuk menopang pekerjaannya di jalanan.
“Gaji dari security dibelikanlah motor itu, DP (down payment) motor. Motornya (Honda) Beat, motornya belum lunas. Tadi adik saya baru ambil di tempat kejadian di Petamburan," ucapnya.
Kini, kontrakan sempit di Menteng hanya menyisakan isak tangis. Affan, anak buruh cuci dan driver ojol justru meregang nyawa tragis karena dilindas mobil rantis polisi saat mengais rezeki.