Jakarta, IDN Times - Kantor Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (OHCHR) menyatakan keprihatinan serius atas serangan penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Bidang Eksternal Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.
Komisaris Tinggi HAM PBB, Volker Turk, menegaskan pelaku kekerasan tersebut harus dimintai pertanggungjawaban. Melalui pernyataan yang disampaikan akun resmi United Nations Human Rights Office, Turk menyebut, serangan tersebut sebagai tindakan pengecut terhadap pembela hak asasi manusia (HAM).
“Mereka yang bertanggung jawab atas tindakan kekerasan pengecut ini harus dimintai pertanggungjawaban. Para pembela HAM harus dilindungi dalam pekerjaan penting mereka, dan dapat menyuarakan isu-isu kepentingan publik tanpa rasa takut,” kata Turk lewat cuitan resmi @UNHumanright, dikutip Sabtu (14/3/2026).
