Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ahok saat menjadi saksi dalam sidang dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang di Pengadilan Tipikor Jakarta.
Ahok saat menjadi saksi dalam sidang dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang di Pengadilan Tipikor Jakarta. (IDN Times/Lia Hutasoit)

Intinya sih...

  • Ahok mengaku benci golf dan melarang anggota pemda bermain golf saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

  • Saat masuk ke Pertamina, Ahok terpaksa belajar golf untuk pendekatan negosiasi dengan perusahaan minyak internasional.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Mantan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) periode 2019-2024 Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengaku tak menyukai sistem pendekatan para pebisnis yang bernegosiasi dengan kegiatan golf. Dia bahkan membenci olahraga golf.

Pernyataan tersebut disampaikan Ahok saat menjadi saksi dalam sidang dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (27/1/2026).

"Ini soal pribadi ya. Saya dulu paling benci main golf," kata di ruang sidang.

Dia mengaku saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, dia melarang semua anggota pemda untuk bermain golf karena sudah kerja terlalu banyak.

"Tapi ketika saya masuk ke Pertamina, saya belum menyadari semua orang minyak dari Amerika, Chevron, Exxon ngajak main golf terus. Saya kan malu, Pak. Gak bisa mukul, Pak. Saya terpaksa pergi sekolah golf supaya bisa menemani mereka," kata Ahok.

Dia mengatakan, keperluan bermain golf dia butuhkan untuk pendekatan negosiasi dan lebih murah dari strategi pendekatan networking lewat budaya night club. Golf diakui Ahok lebih murah dan sehat.

"Karena misalnya saya nego dengan Exxon, saya mau minta bagian saham. Itu ternyata negosiasi di lapangan golf itu jauh lebih murah daripada night club. Saya kira golf adalah tempat negosiasi paling sehat, paling murah, jemur jalan, murah dan bayarin anggota main itu sangat murah," kata dia.

Sekolah golf dijalani Ahok untuk menjamu perusahaan multienergi internasional seperti Exxon atau Chevron.

"Makanya saya belajar golf saya menjamu orang-orang Exxon untuk main golf, saya sampai ke Chevron diajak main golf, minimal saya tidak main 138 (skor), kira-kira gitu. Main 100 masih oke," ujar dia.

Bahkan dia juga tak menampik saat membahas bisnis di lapangan hijau golf ada ajang taruhan yang dia klaim bukan sebagai judi

"Dan makanya kami di lapang golf suka isi-isian juga, Pak. Apresiasi. Apresiasi, Pak. Bukan judi," kata dia.

Ahok jadi saksi untuk para terdakwa Kerry Adrianto Riza, Gading Ramadhan Joedo, Dimas Werhaspati, Sani Dinar Saifuddin, Yoki Firnandi, Agus Purwono, Riva Siahaan, Maya Kusmaya, dan Edward Corne dalam kasus tata kelola minyak mentah. Kerry adalah anak dari pengusaha Riza Chalid.

Editorial Team