Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Akun Twitter TNI AD Diretas, Isinya Unggahan soal Penguin
Salah satu tangkapan layar dari unggahan Twitter @tni_ad yang diduga diretas (Dok/Twitter @tni_ad)

Jakarta, IDN Times - Akun Twitter resmi TNI AD, @tni_ad, diduga diretas. Akun  tersebut banyak diunggah tentang penguin.

Pantauan IDN Times pada Senin (12/9/2022), akun Twitter itu kini tak menggunakan foto profil juga foto header. Unggahan Twitter TNI AD terbaru juga tak menggambarkan aktivitas TNI.

1. Unggahan Twitter TNI AD banyak unggah tentang penguin

Salah satu tangkapan layar dari unggahan akun Twitter @tni_ad (Dok/Twitter @tni_ad)

Akun @tni_ad terlihat mengunggah kembali (retweet) akun-akun yang tidak berkenaan dengan aktivitas TNI. Unggahan terakhir menunjukkan @tni_AD memberikan ucapan selamat ke Pudgy Penguins.

“Selamat Pudgyversary! Baca lebih lanjut tentang Pudgy Penguins season 2,” kata akun tersebut.

2. TNI AD retweet @pudgypenguins

Ilustrasi Hacker (IDN Times/Mardya Shakti)

Akun Twitter TNI AD juga meretweet akun @pudgypenguins disertai gambar animasi penguin.

“Memperkenalkan lineup karakter Pudgy, resmi dari komunitas,” ujar akun tersebut.

Selain itu, akun ini juga meretweet @LILPUDGYS yang juga membicarakan tentang animasi penguin.

3. Marak aksi peretasan

Data 1,3 miliar nomor telepon seluler pengguna di Indonesia diduga bocor dan dijual di forum daring. (Tangkapan layar Forum Breached)

Belum lama ini beberapa kali aksi peretasan akun dan data pemerintah terjadi. Dalam sebulan terakhir, beberapa kali kebocoran data terungkap ke publik seperti kebocoran data SIM Card, data PLN, hingga Indihome.

Selain itu, beberapa data dari situs resmi pemerintah juga diperjualbelikan setelah diretas. Beberapa yang diketahui publik seperti data pemilih dalam Pemilu 2024, data Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), hingga data surat-menyurat Presiden Joko "Jokowi" Widodo.

Menteri Koordinator Bidang Politik,  Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD pun mengakui soal peretasan data pemerintah. Namun, dia menyebut, data yang diretas belum kategori rahasia. 

Editorial Team