Amien Rais saat menghadiri Musywil PAN Jatim, Minggu [12/1/2020]. (IDN Times/Fitria Madia)
Amien Rais bersikap kontra di PAN sejak Kongres V pada Februari lalu, yang memenangkan Zulkifli Hasan sebagai Ketua Umum PAN. Posisi Amien digantikan Soetrisno Bachir.
Kebencian Amien akan kepengurusan PAN berbuntut panjang, setelah PAN merapat ke pemerintah. Karena itu, menurutnya PAN tak lagi menjadi partai penyeimbang pemerintah sesuai tujuan awal dia, dan ia memutuskan membentuk partai baru.
“Saya dan sebagian sahabat-sahabat saya yang prihatin dengan perkembangan kondisi bangsa dan negara kita akhir-akhir ini, bahwa ada kebutuhan perlunya muncul sebuah partai baru,” ujar aktivis penggerak reformasi 98 itu.
Selain itu, Amien mengaku prihatin terhadap indikasi yang menunjukan Indonesia berada di ambang krisis. Krisis sosial, politik, dan ekonomi. “Ekonomi yang semakin buruk, suram dan bisa-bisa menuju resesi berat dan ke arah depresi, mudah-mudahan tidak ada."
"Karena itulah saya dan beberapa sahabat saya dari berbagai kalangan, bersepakat bulat segera mendeklarasikan partai baru,” kata Amien, lagi.