Jakarta, IDN Times - Amnesty International Indonesia menyoroti rencana Indonesia mengeluarkan lebih dari 1 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp16,8 triliun untuk status keanggotaan permanen Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP). Forum bentukan Presiden AS, Donald Trump itu diluncurkan di Davos, Swiss, pada 22 Januari lalu, dihadiri Presiden Prabowo Subianto.
Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Amnesty menilai partisipasi finansial sebesar itu berpotensi mengganggu pemenuhan hak-hak dasar masyarakat. Dana tersebut disebut akan digunakan untuk keanggotaan permanen. Apalagi ada rencana pengiriman 8 ribu TNI ke Gaza lewat Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF).
“Berpotensi melemahkan pemenuhan hak-hak dasar masyarakat di berbagai bidang dari sektor kesehatan, pendidikan, perlindungan sosial, hingga pencegahan dan penanggulangan bencana alam, yang saat ini pun masih belum optimal,” kata Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, dikutip Jumat (13/2/2026).
