TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Beri Wawasan MICE bagi Mahasiswa, Poltekpar Medan Datangkan Dosen Asal UK

MICE dapat mewadahi kreativitas mahasiswa

IDN Times/Kemenpar

Medan, IDN Times – Pariwisata memiliki banyak sektor terkait, antara lain MICE atau Meeting (pertemuan), Incentive (bonus), Convention (konvensi), dan Exhibition (pameran). Pariwisata sektor ini bertujuan meningkatkan pelayanan kepada konsumen dalam bidang jasa. 

Pembekalan mengenai MICE tersebut diberikan kepada mahasiswa Poltekpar Medan. Tidak tanggung-tanggung, pematerinya ialah dosen tamu asal United Kingdom atau UK.

Direktur Politeknik Pariwisata Medan Anwari Masatip mengatakan, MICE merupakan perpaduan antara perjalanan wisata dan rangkaian kegiatan bisnis.

“MICE merupakan bidang manajemen yang lebih fokus kepada event-event. Mereka mewadahi pertemuan atau perkumpulan banyak orang berskala besar, untuk kemudian mencapai satu kepentingan bersama. Diperlukan pengetahuan yang baik dan kemampuan kerja sama dalam tim,” kata Anwari Masatip, Jumat (11/10).

1. Milenial sangat meminati MICE

IDN Times/Kemenpar

Anwari menambahkan, MICE merupakan salah satu bidang pekerjaan yang sangat diminati milenial. Sebab, melalui MICE mereka dapat mengekspresikan diri dengan merealisasikan ide-ide kreatif yang mahasiswa miliki. 

“Di kampus, kita memberikan pengetahuan MICE dan melatih mahasiswa untuk membentuk sebuah event. Dimulai dengan event-event kecil, diharapkan mahasiswa dapat berlatih dan kemudian mampu menghasilkan sebuah event yang besar nantinya,” tutur Anwari.

Selain belajar dalam kelas, MICE diajarkan kepada mahasiswa melalui dosen tamu dengan tema kegiatan “The Art and Science of Creative Event Design”. “Riding The Wave Of Mice And Tourism Industry 4.0” merupakan bahan paparan yang disampaikan narasumber dari UK, Professor David Hind (President of Asia Pacific Institute of Event Management (APIEM) pada 7 Oktober 2019 di Ruang Toba.

2. MICE adalah pengetahuan yang wajib diberikan kepada mahasiswa

Alphagamma.eu

Kedatangan Professor Hind kali ini juga merupakan follow-up perencanaan kegiatan simposium internasional yang akan mengangkat potensi Medan dan Destinasi Danau Toba sebagai pusat MICE baru dalam skala nasional dan regional. Simposium internasional tersebut direncanakan akan diselenggarakan pada Maret dan Oktober 2020 mendatang dan akan diikuti delegasi sekolah-sekolah pariwisata di tingkat regional ASEAN bahkan internasional.

“Sebuah event yang baik harus memiliki beberapa unsur: creativity, storytelling, experience, dan penguatan digital dalam operasionalnya. Challenge utama yang dihadapi PCO atau event profesional biasanya menyangkut bagaimana mencari solusi atas prediksi hambatan yang akan muncul. Ini merupakan salah satu tantangan yang harus dijawab PTNP di bawah Kementerian Pariwisata,” kata Deputi Bidang Industri dan Kelembagaan Kepariwisataan Kementerian Pariwisata, Ni Wayan Giri Adnyani.

Ia mencontohkan event Asian Games tahun lalu. Saat itu, beragam kebudayaan Indonesia dikombinasikan dengan musik dan tarian. 

“MICE adalah pengetahuan yang wajib diberikan kepada mahasiswa. Apalagi dunia pariwisata akan penuh dengan banyak kegiatan yang bertaraf nasional dan internasional,” tutur Giri.

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya