TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Menag Imbau Masyarakat Tak Berselisih karena Beda Pilihan Pemilu 2024 

Pemilu 2024 telah menimbulkan ketegangan di masyarakat

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas di momen peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia), Minggu (10/12). (dok. Kemenag)

Jakarta, IDN Times - Menteri Agama (Menag) RI Yaqut Cholil Qoumas mengimbau masyarakat untuk tidak saling berselisih dan bertentangan terkait perbedaan pilihan dalam Pemilu 2024. 

Menag mengatakan, berbeda pilihan adalah bagian dari demokrasi. Menurutnya, perbedaan tersebut tidak perlu dipertentangkan karena hanya memecah belah masyarakat.

“Perbedaan menjadi hal yang tidak perlu lagi dipertentangkan. Perbedaan menjadi hal yang biasa saja,” kata Menag Yaqut yang akrab disapa Gus Men.

Baca Juga: 50 Orang Daftar Konsultasi Jiwa Usai Pemilu, 5 Merupakan Timses Caleg

1. Berharap presiden dan wakil presiden yang terpilih nanti benar-benar mencintai rakyat

Gibran unggah foto berpelukan dengan Prabowo di Kertanegara (instagram.com/gibran_rakabuming)

Gus Men menyebut, demokrasi di Indonesia akhir-akhir ini sedang mengalami penurunan. Banyak perpecahan karena beda pilihan. Ia pun sangat berharap presiden dan wakil presiden yang terpilih nanti benar-benar mencintai rakyat. 

“Mudah-mudahan apa yang kita kontribusikan dalam proses demokrasi ini benar-benar melahirkan para wakil rakyat yang ngerti dan paham tentang rakyatnya, menghasilkan presiden yang mencintai rakyatnya, sehingga Indonesia ke depan akan jauh lebih baik dari sebelum-sebelumnya. Itu harapan saya,” katanya saat mencoblos di TPS 05 Kelurahan Leteh, Rembang, Rabu (14/2/2024) lalu.

Baca Juga: Perselisihan Pemilu 2024 di Nduga:  Satu Orang Tewas, Dua Terluka

2. Pemilu 2024 telah menimbulkan ketegangan di masyarakat

(IDN Times/Sherlina Purnamasari)

Kontestasi Pemilu 2024 telah menimbulkan ketegangan dan konflik pada masyarakat. Ketegangan ini terjadi mulai dari debat pertama capres-cawapres hingga debat terakhir, Minggu (4/2/2024) lalu. 

Tidak hanya itu, ketegangan masih berlanjut lantaran banyak pihak menuntut pemerintah untuk mengembalikan demokrasi di Indonesia.

Berbagai aksi demonstrasi terjadi beberapa hari menjelang hari pencoblosan, seperti demo Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Aksi Gejayan Memanggil Kembali, dan aksi massa lainnya. 

Menag pun meminta agar masyarakat tidak saling terpecah hanya karena berbeda pandangan politik.

Baca Juga: Anies Serukan Pendukung Dokumentasikan Dugaan Keanehan Pemilu 2024

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya