Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
WhatsApp Image 2025-08-29 at 19.22.44.jpeg
Anied Baswedan di RS Pelni Jakarta (IDN Times/Margith Damanik)

Intinya sih...

  • Anies Baswedan besuk tiga korban demo di RS Pelni, Jakarta Barat setelah aksi demonstrasi pada Kamis (28/8).

  • Korban termasuk pengendara ojek online yang dikabarkan meninggal dunia akibat kekerasan polisi di lokasi demonstrasi.

  • Anies mengingatkan bahwa kondisi ini bermula dari masyarakat yang berusaha menyampaikan aspirasi kepada DPR.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan datang ke RS Pelni, Jakarta Barat pada Jumat (29/8/2925). Maksud dan tujuan kedatangan Anies adalan membesuk tiga orang yang dilarikan ke RS Pelni usai aksi demonstrasi pada Kamis (28/8).

“Ya, tadi saya besuk. Ada namanya Ramdoni, Umar, dan Ijang. Mereka dirawat di sini. Kami mendengar bahwa ada yang dirawat. Jadi kami datang menjenguk,” kata Anies kepada IDN Times di RS Pelni Jakarta.

Anies mengaku sebelumnya dia mendengar salah satu pasien yang juga merupakan pengendara ojek online (ojol), Moh Umar Amarudin dikabarkan meninggal dunia. Umar jadi korban kekerasan polisi di lokasi demonstrasi.

“Bahkan tadi sebelumnya kami sempat dengar kabar bahwa ada yang wafat ternyata tidak, sehat. Umar (namanya). Jadi silaturahmi mau menengok mereka dan membesarkan hati. Semuanya adalah orang-orang yang berada di lokasi yang tidak ada kaitannya dengan aktivitas dan mereka menjadi korban,” kata Anies.

Anies menegaskan seluruh pasien kini tertangani dengan baik oleh RS Pelni. Anies berharap mereka dapat segera pulang.

“Dan semuanya tertangani baik. Tadi saya lihat satu-satu sudah kondisinya baik sekali. Terima kasih ke (RS) Pelni yang sudah merespons cepat, menangani dengan baik. Mudah-mudahan mereka segera bisa pulang. Jadi sebentar menengok saja,” kata Anies.

Anies mengingatkan, kondisi ini terjadi bermula dari masyarakat yang berusaha menyampaikan aspirasi kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

“Begini, awal muawalnya kita menginginkan dan mengharapkan Dewan Perwakilan Rakyat itu berperilaku, berkata-kata, bertindak dengan menjunjung tinggi adab dan aspirasi rakyat itu dihargai. Dengan cara seperti itu, maka rakyat pun kalau melakukan unjuk rasa, mereka akan bisa mengungkapkan dengan baik,” kata Anies.

“Tapi seringkali situasinya, kita sampaikan yang unjuk rasa supaya tertib dengan baik, tapi menengok anggota Dewan yang dikerjakannya wakil rakyat itu tidak mencerminkan tata cara yang baik, tata cara yang terhormat, tata cara yang beradab,” tuturnya.

Editorial Team