Kondisi Terbaru Umar, Driver Ojol yang Dirawat di RS Pelni Usai Demo

- Umar, driver ojol yang dirawat di RS Pelni usai demo, kondisinya sudah membaik dan bisa berkomunikasi.
- RS Pelni menerima 13 pasien lainnya terdampak aksi demonstrasi, 10 diizinkan pulang dan 4 dirawat inap.
- Pasien yang dirawat mengalami luka trauma benda tumpul, meskipun tidak signifikan tetapi masih dalam observasi.
Jakarta, IDN Times - Pengemudi ojek online (ojol), Moh Umar Amarudin, masih menjalani perawatan di RS Pelni, Jakarta Barat. Umar menjadi salah satu korban dalam aksi demonstrasi yang terjadi di Jakarta pada Kamis (28/8/2025).
Pihak RS Pelni memastikan, kondisi Umar sudah lebih baik. Umar dikabarkan sudah sadar dan bisa berkomunikasi.
"Kondisinya sudah membaik sih. Tapi rawat inap. Sudah bisa bicara. Sudah bisa sandar," kata VP Corporate Secretary and Legal PT RS Pelni, Abdul Aziz Purnomo, saat ditemui di RS Pelni, Jumat (29/8/2025).
Umar sempat dikabarkan dalam kondisi kritis saat tiba di RS Pelni. "Tapi waktu ke sini sih katanya memang sedikit linglung saja," kata Aziz.
Selain Umar, RS Pelni menyebutkan, menerima 13 pasien lainnya yang terdampak aksi demonstrasi. Sebanyak 10 korban sudah diizinkan pulang dan mendapat rawat jalan. Sementara empat lainnya dirawat inap.
"Untuk empat korban itu saat ini sedang menjalani terapi rawat inap. Kondisi dari empat korban saat ini stabil, sadar, dapat berkomunikasi dan juga masih dalam observasi perawatan dari tim dokter di RS Pelni," kata Direktur RS Pelni Laili Fathiyah di RS Pelni
Laili menyebutkan, pengendara ojol yang dirawat mengalami luka trauma benda tumpul. "Ada luka trauma (benda) tumpul," kata Laili.
"Gak terlihat dari luar. Luka luarnya gak kelihatan tapi memang lecet. Tapi memang tidak signifikan ada tindakan, jadi sekarang kita observasi dulu," sambung Vice Director RS Pelni Medical and Nursing, Indah Pujiningsih dalam kesempatan yang sama.