Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
WhatsApp Image 2025-08-29 at 19.22.44.jpeg
Anies Baswedan di RS Pelni Jakarta (IDN Times/Margith Damanik)

Intinya sih...

  • Anies Baswedan menegaskan bahwa kericuhan saat ini berasal dari respons DPR yang buruk terhadap aspirasi masyarakat.

  • Menurut Anies, DPR seharusnya menghormati rakyat dan aspirasinya sebagai wakil rakyat.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengatakan, kericuhan yang terjadi saat ini merupakan efek dari masalah utama yang tidak terselesaikan. Anies mengingatkan, awal permasalahan adalah usaha masyarakat untuk menyampaikan aspirasi kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tetapi tidak disambut baik.

“Kan ini awalnya dari persoalan aspirasi terhadap dewan. Nah ini responsnya harus baik. Itulah hulu problematika hari-hari ini. Ada di dewan. Dewan harus koreksi,” kata Anies kepada IDN Times di RS Pelni, Jakarta Barat, Jumat (29/8/2025).

Anies mengingatkan, sudah seharusnya DPR yang berstatus wakil rakyat menghormati rakyat dan aspirasinya.

“Dan ini adalah wakil rakyat dan yang datang adalah rakyat, yang diwakili. Hargai, hormati,” kata Anies.

Kericuhan yang sekarang terjadi, kata Anies, merupakan efek samping dan diharapkan tak menutupi fokus utama.

“Kalau itu ada, maka saling menghormati, gak ada tuh efek-efek samping yang kita lihat sekarang. Jadi jangan sampai kita terlalu banyak bicara efek sampingnya, tapi yang utamanya,” kata Anies.

Kegagalan anggota dewan membuat rakyat aman dan nyaman dalam menyampaikan aspirasi harus dibayar mahal. Dalam demonstrasi pada Kamis (28/8/2025), seorang pengendara ojek online (ojol), Affan Kurniawan meninggal dunia. Sementara empat korban juga dilarikan dan dirawat inap di RS Pelni. Termasuk pengendara ojol lainnya, Moh Umar Amarudin yang sempat dikabarkan meninggal dunia tetapi dipastikan selamat dan menjalani perawatan.

“Nah yang harus nanggung konsekuensi begitu banyak, termasuk tiga orang yang tidak punya kaitan apa-apa. Jadi fokus kan di hulu masalah,” kata Anies.

Anies datang ke RS Pelni, Jakarta Barat untuk membesuk tiga korban yang dirawat inap. Salah satunya bernama Umar, yang menjadi korban kekerasan polisi.

Editorial Team