Jakarta, IDN Times - Kasus penipuan digital kian marak dan merugikan masyarakat. Modusnya beragam, mulai dari pelaku yang mengaku sebagai pihak bank, kurir, hingga menawarkan investasi bodong dengan iming-iming keuntungan besar dalam waktu singkat.
Pelaku memanfaatkan celah psikologis korban. Pesan dirancang seolah-olah resmi, lengkap dengan logo perusahaan, bahasa formal, dan nada mendesak. Banyak korban kehilangan tabungan, data pribadi, hingga akses akun penting karena sulit membedakan pesan asli dan penipuan.
Merespons situasi tersebut, Miftahul Fadli Muttaqin, M.T., dosen Teknik Informatika Universitas Pasundan dan alumnus magister Institut Teknologi Bandung, mengembangkan aplikasi web gratis berbasis kecerdasan buatan bernama tanya.fadli.id. Aplikasi ini dirancang membantu masyarakat mendeteksi potensi modus penipuan online.
"Aplikasi ini kami buat agar masyarakat tidak lagi sendirian ketika menghadapi pesan atau telepon mencurigakan. Cukup unggah bukti yang ada, dan sistem akan membantu memberikan gambaran tingkat risikonya. Kami ingin solusi ini bisa digunakan siapa saja, termasuk orang tua dan lansia," ujar Fadli, dikutip Kamis (19/2/2026).
