Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pramono Anung
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung ketika meninjau Kali Mookevart yang jadi tempat pembuangan air banjir yang disedot oleh pompa. (www.instagram.com/@pramonoanungw)

Intinya sih...

  • Jakarta Barat dilanda banjir dampak air kiriman dari hulu di Tangerang

  • Pramono perintahkan penambahan sorti modifikasi cuaca

  • Pemprov DKI sudah setujui kebijakan bekerja dan sekolah dari rumah

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menginstruksikan kepada Dinas Sumber Daya Air agar segera melakukan normalisasi tiga sungai utama di ibu kota yakni Ciliwung, Krukut dan Cakung Lama. Menurutnya, normalisasi sungai merupakan langkah jangka menengah dan panjang untuk mengatasi banjir di ibu kota.

"Karena tanpa itu, pasti akan terulang kembali (banjir)," ujar Pramono ketika berada di area Rawa Buaya, Jakarta Barat pada Sabtu (24/1/2026).

Sedangkan, strategi dalam jangka pendek untuk menangani banjir yakni dengan melakukan modifikasi cuaca, pembersihan seluruh saluran air, dan tidak membuang sampah sembarangan. Area Rawa Buaya termasuk titik banjir yang airnya belum surut hingga saat ini. Alhasil, sebagian warga memilih mengungsi ke tempat ibadah, termasuk Masjid Jami' Baiturrahman.

Dalam catatannya ada 177 jiwa yang mengungsi di masjid tersebut. Mereka sudah mengungsi sekitar dua hari terakhir.

"Alhamdulillah, mereka semua dalam keadaan baik dan sehat," tuturnya.

Adapun warga meminta kepada Pramono agar jumlah pompa ditambah untuk mengurangi volume air yang kini sudah mulai surut. Permintaan itu langsung direspons positif oleh Gubernur dari PDI Perjuangan (PDIP) itu.

"Maka, tadi saya sudah memerintahkan Kepala Dinas Sumber Daya Air untuk menambah pompa. Alhamdulillah, per sekarang ini sudah ada tambahan empat pompa. Jadi, di tempat ini sudah ada tujuh pompa," katanya.

1. Jakarta Barat dilanda banjir dampak air kiriman dari hulu di Tangerang

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung (tengah) ketika meninjau lokasi pengungsi banjir di Masjid Jami' Baitul Rahman, Jakarta Barat. (IDN Times/Santi Dewi)

Saat ditanya mengapa area Jakarta Barat jadi area paling parah terdampak banjir pada pekan ini, Pramono menjelaskan, lantaran terdapat kiriman air dari hulu yakni Tangerang dan Tangerang Selatan.

"Jadi, kiriman air dari hulu baik itu dari Sungai Angke hingga Pesanggrahan, hulunya itu ada di Cengkareng drain kemarin," kata pria yang pernah menjabat Menteri Sekretaris Kabinet tersebut.

Ia pun sudah meninjau Cengkareng drain pada Jumat kemarin, dan telah ada penurunan permukaan air. Berdasarkan laporan yang ia terima pada Sabtu pagi, permukaan air di Cengkareng drain sudah ada di angka 315 meter. Pada Jumat kemarin ketinggian air di angka 350 meter.

"Batas amannya itu 310 (meter). Saya sedang mengejar itu. Kalau sudah mencapai angka itu, pasti air di tempat ini dan lokasi lain pasti sudah surut," tutur dia.

Ia menambahkan, area banjir di wilayah Daan Mogot tersisa satu titik di KM 13. Sementara, area di bawah flyover Pesing dan titik lain sudah bisa dilewati kendaraan.

2. Pramono perintahkan penambahan sorti modifikasi cuaca

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung (tengah) ketika meninjau lokasi pengungsi banjir di Masjid Jami' Baitul Rahman, Jakarta Barat. (IDN Times/Santi Dewi)

Ia kemudian juga menjelaskan situasi cuaca di Jakarta cerah pada Sabtu pagi, karena pada Jumat kemarin sudah diberikan instruksi agar sorti operasi modifikasi cuaca (OMC) ditambah.

"Hari ini saya juga sudah memerintahkan (dilakukan) OMC. Minimum dua (sorti), maksimum tiga (sorti)," kata Pramono.

Ia pun mengaku tak mempermasalahkan metode OMC yang dipilihnya dikritik oleh kelompok masyarakat sipil. Hal itu lantaran Pemprov DKI Jakarta tidak mengatasi banjir dari pangkal masalahnya yakni menurunnya lokasi serapan air.

"Walau OMC ini dikritik gak apa-apa, kalau mau kritik silakan kritik saya saja. Tapi, inilah yang bisa kita lakukan untuk mengurangi curah hujan di Jakarta," tutur dia.

Ia mengatakan, OMC juga tetap dilakukan pada hari ini hingga Selasa (27/1/2026). Pramono menginstruksikan dalam satu hari dilakukan minimum dua sorti OMC, maksimal tiga sorti.

"Agar curah hujan tidak terlalu tinggi. Selain itu, supaya masyarakat yang mengungsi seperti yang di tempat ini bisa kembali ke tempat tinggalnya masing-masing," katanya.

3. Pemprov DKI sudah setujui kebijakan bekerja dan sekolah dari rumah

Ilustrasi siswa Sekolah Dasar. (www.bbpmpjatim.kemdikbud.go.id)

Sementara, ketika ditanyakan mengenai kebijakan bekerja dan sekolah dari rumah lantaran cuaca ekstrem yang akan melanda pada pekan depan, Pramono mengaku telah menyetujuinya. Ia telah menerbitkan surat edaran terkait kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dan work from home (WFH) imbas curah hujan tinggi di Jakarta beberapa hari terakhir.

Surat tersebut diterbitkan pekan ini dan berlaku hingga Rabu (28/1/2026) mendatang. Kebijakan PJJ diberlakukan untuk siswa sekolah di Jakarta, sementara WFH untuk ASN dan pekerja swasta.

"Kebijakan WFH maupun School from Home, sudah saya setujui. Kemarin surat edaran dari Dinas Pendidikan dan Dinas Tenaga Kerja sudah dikeluarkan," kata Pramono.

Editorial Team