Tinjau Korban Banjir di Rawa Buaya, Pramono Diminta Tambah Pompa Air

- 177 jiwa mengungsi di Masjid Jami' Baiturrahman
- Pramono memberikan bantuan bagi warga terdampak banjir
- Pramono perintahkan dilakukan penambahan sorti modifikasi cuaca
Jakarta, IDN Times - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meninjau lokasi dan korban banjir yang berada di Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat pada Sabtu (24/1/2026). Hingga Sabtu pagi, banjir di area tersebut belum sepenuhnya surut. Itu sebabnya sebagian warga memilih mengungsi ke sejumlah masjid termasuk Masjid Jami' Baiturrahman.
Gubernur dari PDI Perjuangan (PDIP) itu tiba di lokasi didampingi Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainah. Warga pun menyambut dengan semringah kunjungan Pramono.
Berdasarkan keterangan warga, banjir di area tersebut sudah terjadi sejak Kamis (22/1/2026). Ketinggian air berkisar 50 cm-60 cm.
Ketika Pramono naik ke lantai dua masjid, salah satu warga terdengar berteriak dan meminta agar disediakan tambahan pompa untuk menyedot air banjir.
"Pak Pram, Pak Pram, pompanya ditambah lagi dong, Pak!" ujar warga di lokasi.
"Biar banjir cepat surut. Tolong ditambah lagi pompanya, Pak," imbuhnya.
Pramono pun merespons positif permintaan dari warga itu. "Ya, nanti ditambah (pompanya)," ujar Pramono.
1. Sebanyak 177 jiwa mengungsi di Masjid Jami' Baiturrahman

Pramono juga mendata jumlah pengungsi yang berada di Masjid Jami' Baiturahman yang berjumlah 177 jiwa. Mereka telah mengungsi di masjid sekitar dua hari.
"Alhamdulillah, mereka dalam keadaan baik dan sehat," katanya.
Ia kemudian memberikan instruksi kepada Kepala Dinas Sumber Daya Air untuk menambah pompa untuk menyedot air banjir. Di lokasi, kata Pramono, sudah ada tambahan tujuh pompa.
2. Pramono turut memberikan bantuan bagi warga terdampak banjir

Pramono datang ke titik pengungsian banjir tidak dengan tangan kosong. Ia turut membawa sejumlah bantuan bagi warga di Rawa Buaya.
"Ada beras, minyak, kasur lipat, matras, selimut, hingga family kit. Tadi juga ada bantuan dari PMI DKI Jakarta berupa minyak penghangat tubuh, karena itu yang dibutuhkan di tempat ini sekarang ini," katanya sambil mengenakan jaket berwarna abu-abu.
3. Pramono perintahkan dilakukan penambahan sorti modifikasi cuaca

Ia kemudian juga menjelaskan situasi cuaca di Jakarta cerah pada Sabtu pagi, karena pada Jumat kemarin sudah diberikan instruksi agar sorti operasi modifikasi cuaca (OMC) ditambah.
"Hari ini saya juga sudah memerintahkan (dilakukan) OMC. Minimum dua (sorti), maksimum tiga (sorti)," kata Pramono.
Ia pun mengaku tak mempermasalahkan metode OMC yang dipilihnya dikritik oleh kelompok masyarakat sipil. Hal itu lantaran Pemprov DKI Jakarta tidak mengatasi banjir dari pangkal masalahnya yakni menurunnya lokasi serapan air.
"Walau OMC ini dikritik gak apa-apa, kalau mau kritik silakan kritik saya saja. Tapi, inilah yang bisa kita lakukan untuk mengurangi curah hujan di Jakarta," tutur dia.


















