Jakarta, IDN Times - Banyak pelaku kekerasan seksual terhadap anak beroperasi lintas negara dengan memanfaatkan internet, dan menargetkan kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Hal itu disampaikan Australian Federal Police (AFP) Liaison Officer for Indonesia, Luke Nasir, saat membahas kerja sama perlindungan anak di ruang digital.
Luke Nasir menyebut AFP membuka peluang kolaborasi dengan Indonesia, termasuk dalam akses basis data, peningkatan kapasitas petugas, dan dukungan teknis. Kerja sama internasional dinilai penting untuk menangani kejahatan siber secara menyeluruh. Selain pemerintah, organisasi nonpemerintah juga didorong terlibat membangun sistem terintegrasi, guna memastikan perlindungan korban, penegakan hukum, serta pencegahan kekerasan seksual terhadap anak.
“Banyak pelaku kekerasan seksual terhadap anak beroperasi lintas negara dengan memanfaatkan internet dan menargetkan kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Karena itu, kerja sama internasional menjadi sangat penting. Kolaborasi antara pemerintah dan organisasi nonpemerintah diperlukan untuk membangun sistem yang terintegrasi, memungkinkan penanganan kasus secara menyeluruh dari hulu ke hilir, serta memastikan keadilan dan perlindungan bagi korban,” kata Luke, dalam keterangan resmi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Jumat (23/1/2026).
