Comscore Tracker

Mirip Brompton, Ternyata Kreuz Sepeda Asli Buatan Bandung

Harga sepeda Kreuz dibanderol Rp7 jutaan

Bandung, IDN Times - Sepeda kini tengah menjadi tren selama pandemik COVID-19 melanda tanah air. Para pecinta olahraga ini maupun masyarakat awam beramai-ramai menyerbu toko-toko sepeda.

Salah satu merek sepeda yang tengah digandrungi adalah Brompton asal London, Inggris. Selain punya detail yang ciamik, Brompton juga cocok untuk dikendarai di perkotaan Indonesia.

Sayangnya harga sepeda Brompton tidak ramah kantong. Harganya ditaksir mencapai puluhan juta rupiah, sehingga tidak semua kalangan bisa memilikinya.

Tapi jangan khawatir, penghobi sepeda Tanah Air bisa melirik merek Kreuz sebagai salah satu alternatif pengganti Brompton.

Sepeda lipat Kreuz merupakan sepeda asli produksi Kota Bandung. Jika dilihat sekilas, sepeda Kreuz 90 persen mirip dengan Brompton. Bahkan Kreuz kerap dibilang sepeda Brompton indie asal Kota Bandung.

1. Awalnya coba-coba membuat prototipe menyerupai sepeda Brompton

Mirip Brompton, Ternyata Kreuz Sepeda Asli Buatan Bandung(Kreuz sepedah Inde asal Bandung) IDN Times/Azzis Zulkhairil

Jujun Junaedi, pemilik Kreuz, menceritakan awal mula usahanya berdiri. Ia mengatakan, pada awalnya Kreuz diciptakan dari proyek yang tidak disengaja dan tidak direncanakan untuk menjadi sebesar ini. Kreuz baru produksi total sejak Februari 2020, sedangkan sebelumnya Kreuz hanyalah memproduksi tas sepeda yang sudah eksis sejak 2017.

"(Pembangunan usaha) tidak sengaja. Kami dari awal fokus mengerjakan kelengkapan sepeda, tidak fokus produksi sepeda. Kemudian kami ikut festival di Jakarta dan di sana hampir semua orang memakai Brompton. Karena itu, akhirnya saya iseng coba buat sepeda dengan bentuk sama seperti Brompton," ujar Jujun saat ditemui di workshop-nya di Cikondang nomor 10, Cikutra Barat, Bandung, Jumat (19/6).

Awalnya ia coba-coba membuat prototipe menyerupai Brompton. Setelah itu, Jujun langsung membuat beberapa sampel lain, dengan dibantu oleh rekannya yang bernama Yudi Yudiantara. Tanpa disangka-sangka, sampel sepeda itu menyita perhatian para penghobi sepeda. Lambat laun, merek Kreuz yang sebelumnya menempel di tas-tas sepeda pun dipilih untuk menghiasi batang sampel sepeda itu.

"Awal bikin Desember 2019. Kami pinjam Brompton dan buat prototipe. Akhir Januari saya launcing tas ke Bandung, Cirebon, dan Surabaya dengan membawa sepeda tersebut. Ternyata responsnya luar biasa. Maka itu pas kembali ke Bandung, langsung saya produksi besar-besaran," kata dia.

Baca Juga: Anies Akan Buat Pergub Khusus Parkir Sepeda dan Fasilitas Penunjangnya

2. Kreuz berencana memproduksi 500 sepeda dalam waktu satu tahun ke depan

Mirip Brompton, Ternyata Kreuz Sepeda Asli Buatan Bandung(Kreuz sepeda indie asal Bandung) IDN Times/Azzis Zulkhairil

Setelah diniatkan untuk produksi, Jujun mengungkapkan, Kreuz pertama kali membuat purchase order (PO) pada Februari 2020 awal dan dibatasi hanya sepuluh unit saja. Namun dalam waktu tidak sampai 10 menit, penawaran itu langsung habis dipesan konsumen. Dengan produksi yang cukup banyak, Jujun kemudian melibatkan UMKM Bandung untuk membuat beberapa bagian kecil untuk sepedanya.

"PO pertama dibuka 10 unit, dan tidak sampai 10 menit habis. Kemarin pas PSBB usaha kami alhamdulillah lancar banget," ucapnya.

Saat ini, Kreuz berencana untuk memproduksi 500 sepeda dalam waktu satu tahun ke depan. "Kami punya target untuk bisa mencukupi 10 sampai 15 unit dalam sebulan, karena ini full hand made. Kami juga setiap hari sering dapat tamu dari Jakarta dan kota lain," katanya.

3. Mirip Brompton, harga sepeda Kreuz dibanderol Rp7 juta

Mirip Brompton, Ternyata Kreuz Sepeda Asli Buatan Bandung(Kreuz sepedah Inde asal Bandung) IDN Times/Azzis Zulkhairil

Soal harga, Jujun mengatakan, sepeda Kreuz bisa bersaing dengan Brompton. Alasannya, dengan bentuk yang sama, Kreuz dibanderol dengan harga Rp7 juta saja. Adapun harga lainnya bisa menyesuaikan dengan custom atau pesanan desain pembeli. Apalagi Jujun mengatakan jika ia siap memberikan garansi jika ada kerusakan dan ketidaknyamanan yang dirasakan konsumennya.

Harga yang ramah di kantong itu membuat beberapa pesepeda justru memesan dengan partai besar. Saat ini, Kreuz sudah memiliki pasar yang menjanjikan di luar Jawa Barat.

"Garansi, servis, dan sebagainya kami tanggung. Kemarin ada dari yang pesan banyak, dari Solo, Aceh, Papua, perbatasan Kuching Malaysia, bahkan juga masuk Singapura," tutur Jujun.

4. Kreuz belum berbentuk PT atau CV, masih industri rumahan

Mirip Brompton, Ternyata Kreuz Sepeda Asli Buatan Bandung(Kreuz sepedah Inde asal Bandung) IDN Times/Azzis Zulkhairil

Sampai saat ini Kreuz masih belum memiliki status PT atau CV. Usaha Kreuz boleh dibilang masih home industry. Adapun ia saat ini telah mempekerjakan kurang lebih 50 orang pekerja.

"Saat ini kami fokus (produksi) sepeda lipat. Ke depannya kami lagi buat rencana untuk memproduksi sepeda touring (jarak jauh)," ungkapnya.

Ia berharap Kreuz bisa menjadi alternatif bagi penghobi sepeda untuk merasakan Brompton dengan harga yang murah. "Harapannya sih Kreuz bisa bermanfaat buat seluruh orang, termasuk ketika kami berhasil buka lapangan kerja. Kami ingin sekali membuktikan jika produk lokal bisa bersaing, dan memicu semangat orang kreatif lainnya," tuturnya.

Baca Juga: Dishub DKI dan Polda Metro Sediakan Jalur Sepeda di Sudirman-Thamrin

Topic:

  • Dwifantya Aquina

Berita Terkini Lainnya