Waketum PAN Eddy Soeparno mendukung Prabowo-Zulhas di Pilpres 2029. (IDN Times/Amir Faisol).
Wakil Ketua MPR dari Fraksi PAN, Eddy Soeparno juga sempat mengingatkan pemerintah untuk mengantisipasi secara serius terhadap potensi kenaikan harga minyak mentah akibat konflik di Timur Tengah.
Eddy mengatakan, satu minggu setelah penyerangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran, harga minyak melonjak lebih dari 30 persen ke angka 107 dolar AS per barrel. Kenaikan yang sangat cepat dan drastis akan membebani APBN untuk waktu yang sulit diprediksi.
Eddy menjelaskan, implikasi kenaikan harga minyak mentah bagi Indonesia cukup menantang mengingat kebutuhan migas nasional adalah 1 juta barrel per hari.
Menurut dia, beban impor migas menjadi semakin berat ketika harga minyak mentah naik secara signifikan dan nilai tukar rupiah terhadap mata uang dolar melemah.
“Apalagi harga minyak mentah pada asumsi makro APBN adalah USD 70, dan defisit terhadap PDB di angka 2.68 persen, maka dengan kenaikan harga migas di atas USD 100 per barel, kemungkinan defisit anggaran bisa tembus di atas 3.6 persen, sebagaimana diungkapkan pejabat di Kementerian Keuangan," kata Eddy kepada wartawan, Senin (9/3/2026).
Diketahui, serangan pesawat tak berawak dilancarkan Iran ke sejumlah negara Teluk, serta lokasi-lokasi tertentu di beberapa negara regional yang menjadi tempat pangkalan AS, terutama Qatar, Uni Emirat Arab, dan Bahrain.
Sejauh ini, serangan Iran telah menghantam Bahrain, Irak, Yordania, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab. Di dalam Iran, Bulan Sabit Merah Iran melaporkan bahwa setidaknya 201 orang tewas dan 747 luka-luka akibat serangan AS-Israel sejak Sabtu.