Jakarta, IDN Times - Suasana di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI Sentul terlihat ramai riuh pada Senin (11/5/2026). Ratusan prajurit TNI menerima pengarahan dari sejumlah pejabat tinggi, seperti Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, Menteri Luar Negeri Sugiono, hingga Kepala Staf Presiden (KSP) Dudung Abdurachman. Pengarahan diberikan sebelum mereka ditugaskan sebagai bagian dari Satgas TNI Konga UNIFIL 2026 di Lebanon.
Berdasarkan data dari PMPP TNI, tahun ini ada 734 prajurit yang diberangkatkan ke Lebanon pada akhir Mei untuk menjalankan tugas sebagai pasukan penjaga perdamaian. Mereka akan menggantikan satgas sebelumnya yang kembali ke Tanah Air usai satu tahun bertugas.
"Para personel tersebut tergabung dalam enam satuan tugas, yaitu Satgas Batalyon Mekanis TNI Konga XXIII-T, Satgas Force Headquarters Support Unit TNI Konga XXVI-R, Satgas Military Police Unit TNI Konga XXV-R, Satgas Military Community Outreach Unit TNI Konga XXX-R, Satgas Civil Military Coordination TNI Konga XXXI-R, Satgas Tim Kesehatan TNI Konga XXIX-Q Level II Hospital UNIFIL TA 2026 dan personel Military Observer dan Military Staff UNIFIL," demikian keterangan tertulis, dikutip dari akun PMPP TNI, Selasa (12/5/2026).
Usai menerima pengarahan, perwakilan prajurit menerima baret biru yang menandakan baret pasukan penjaga perdamaian PBB. Komandan PMPP TNI, Mayjen TNI Iwan Bambang Setiawan, mengatakan, penyematan baret United Nations merupakan tradisi pengukuhan, penghargaan dan simbol kebanggaan bagi prajurit TNI yang akan bertugas di bawah bendera PBB.
"Baret biru menjadi tanda kesiapan, kehormatan dan tanggung jawab prajurit TNI dalam membawa nama baik bangsa Indonesia pada misi perdamaian internasional," kata Iwan.
Indonesia tetap menunaikan mandat dari PBB dengan mengirimkan pasukan perdamaian ke Lebanon meskipun tahun ini empat anggota TNI gugur dalam misi tersebut. Bahkan, dua prajurit TNI gugur usai terkena serangan proyektil militer Israel.
