Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Gugur di Misi UNIFIL, Praka Rico Pramudia Diberi Kenaikan Pangkat

Gugur di Misi UNIFIL, Praka Rico Pramudia Diberi Kenaikan Pangkat
Upacara penghormatan yang dilakukan oleh UNIFIL bagi jenazah Praka Rico Pramudia di Beirut. (Dokumentasi UNIFIL)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menaikkan pangkat Praka Rico Pramudia menjadi Kopda setelah gugur akibat serangan militer Israel saat bertugas dalam misi perdamaian UNIFIL di Lebanon.
  • Jenazah Kopda Rico dipulangkan dari Beirut ke Indonesia dengan upacara penghormatan oleh UNIFIL, dipimpin Mayor Jenderal Diodato Abagnara, sebelum disemayamkan di Sumatra Utara.
  • Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid mendesak PBB menjatuhkan sanksi keras terhadap Israel karena dianggap melanggar hukum internasional dan menyerang pasukan perdamaian PBB yang termasuk prajurit TNI.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto menaikkan pangkat Praka Rico Pramudia yang gugur di misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) pada Jumat (24/4/2026). Rico mengembuskan nafas terakhir usai dirawat selama satu bulan di rumah sakit di Beirut pascaterkena serangan militer Israel. Notifikasi kenaikan pangkat itu disampaikan oleh Mabes TNI dalam pernyataan duka di akun media sosialnya.

"Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dan seluruh jajaran menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya prajurit terbaik bangsa, Kopda Rico Pramudia dalam tugas sebagai bagian dari Satgas Yonmek TNI Kontingen Garuda XXIII-S/UNIFIL di Lebanon," demikian yang tertulis di unggahan media sosial Puspen TNI dan dikutip pada Senin (27/4/2026).

Ketika dikonfirmasi kepada Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI, Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah, ia membenarkan mengenai kenaikan pangkat tersebut. "Benar (sudah dinaikkan pangkat)," katanya pada hari ini.

Ia menambahkan bahwa gugurnya Rico merupakan kehilangan besar bagi institusi TNI. "Namun, semangat juangnya akan terus hidup sebagai inspirasi dalam menjaga perdamaian dunia," tutur dia.

Dengan gugurnya prajurit TNI berusia 31 tahun itu maka total sudah ada empat anggota militer yang gugur dalam misi UNIFIL.

1. Jenazah Kopda Rico Pramudia akan tiba di Tanah Air pada Selasa sore

Rico Pramudia, UNIFIL
Upacara penghormatan yang dilakukan oleh UNIFIL bagi jenazah Praka Rico Pramudia di Beirut. (Dokumentasi UNIFIL)

Sementara, jenazah Kopda Rico Pramudia sudah dipulangkan ke Tanah Air pada Senin (27/4/2026). Proses pemulangan jenazah diawali lebih dulu dengan upacara penghormatan yang dipimpin oleh Kepala Misi dan Pasukan UNIFIL, Mayor Jenderal Diodato Abagnara. Upacara penghormatan dilakukan pada Minggu kemarin.

Konfirmasi soal kepulangan jenazah Kopda Rico disampaikan oleh Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rico Sirait pada hari ini.

"Benar saat ini sedang dilaksanakan proses repatriasi jenazah satu prajurit TNI yang gugur dalam misi UNIFIL. Sesuai rencana, jenazah diberangkatkan dari Beirut pada Senin (27/4/2026) setelah sebelumnya dilaksanakan memorial service oleh UNIFIL sebagai bentuk penghormatan terakhir," ujar Rico kepada IDN Times melalui pesan pendek pada hari ini.

Jenderal bintang satu itu mengatakan dalam perjalanan menuju ke Indonesia, pesawat yang membawa jenazah Kopda Rico akan transit di Istanbul, Turki. "Diperkirakan jenazah pada Selasa (28/4/2026) sore hari," katanya.

Ketika IDN Times tanyakan apakah jenazah dibawa ke Sumatra Utara dari Bandara Soetta, Rico mengaku masih membutuhkan konfirmasi lebih lanjut. Rencananya jenazah Kopda Rico akan disemayamkan lebih dulu di rumah duka di Sumut sebelum dimakamkan.

2. UNIFIL gelar upacara penghormatan bagi Kopda Rico Pramudia

Praka Rico Pramudia, TNI
Upacara penghormatan yang dilakukan oleh UNIFIL bagi jenazah Praka Rico Pramudia di Beirut. (Dokumentasi UNIFIL)

Sementara, di dalam pernyataan terakhirnya, Kepala Misi dan Pasukan UNIFIL, Mayor Jenderal Diodato Abagnara menyampaikan rasa hormat terhadap Kopda Rico. Sebab, ia datang jauh dari Indonesia untuk menjaga perdamaian di Lebanon.

"Anda datang kemari, jauh dari rumah dan Tanah Air, untuk mengabdi di bawah bendera PBB agar bisa membawa perdamaian bagi negara ini. Di sini, di selatan Lebanon, Anda memberikan segalanya. Atas itu semua kami menyampaikan rasa hormat yang tinggi," ujar Agabnara di Beirut seperti dikutip dari keterangan resmi UNIFIL yang dikutip pada Senin (27/4/2026).

Ia menambahkan sebagai sesama prajurit dan penjaga perdamaian, personel UNIFIL lainnya akan melanjutkan misi tersebut. "Kami akan tetap tangguh, waspada dan bersatu," tutur dia.

UNIFIL mencatat Praka Rico tiba di Lebanon pada April 2025. Misi UNIFIL di Lebanon menjadi misi luar negeri perdananya.

3. MPR desak PBB agar jatuhkan sanksi bagi Israel

Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid
Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (IDN Times/Amir Faisol)

Sementara, Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Hidayat Nur Wahid, mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menjatuhkan sanksi keras terhadap Israel menyusul kembali gugurnya seorang prajurit TNI dalam misi perdamaian di Lebanon. Menurut dia, Israel telah jelas melanggar hukum internasional terkait larangan menyerang pihak nonkombatan dan personel PBB, sebagaimana diatur dalam Konvensi Jenewa 1949 dan Konvensi Keselamatan Personel PBB 1994.

"PBB sudah seharusnya menjatuhkan sanksi terhadap Israel yang dilaporkan oleh Kementerian Luar Negeri maupun Sekretariat PBB sebagai pelaku penyerangan yang menewaskan empat prajurit TNI dan melukai empat yang lainnya," ujar Hidayat di dalam keterangan pada hari ini.

Bahkan dia menilai, tindakan itu masuk ke dalam kategori kejahatan perang yang diatur dalam Statuta Roma. Karena menurut HNW, prajurit TNI yang gugur akibat serangan Israel hadir di Lebanon dalam misi perdamaian dan mendapat mandat penuh dari PBB.

"Sehingga PBB harusnya bertanggung jawab dengan menghadirkan perlindungan maksimal dan memberikan sanksi keras kepada Israel yang menyerang pasukan perdamaian PBB. Itu semua demi memberikan keadilan dan kedamaian bagi korban, keluarga, serta negara," tutur dia.

Dia mengatakan serangan Israel ke pos perdamaian yang dijaga prajurit TNI bukan pertama kali terjadi. Pada 2024, sejumlah prajurit TNI yang menjadi pasukan penjaga perdamaian di Lebanon juga menjadi korban serangan Israel.

"Ketika itu tidak ada sanksi apa pun dari PBB. Akibat tidak ada sanksi itu, Israel leluasa melanjutkan kejahatannya. Kini, serangan Israel tersebut bahkan menimbulkan korban jiwa," imbuhnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwifantya Aquina
EditorDwifantya Aquina
Follow Us

Related Articles

See More