Jakarta, IDN Times - Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas), Marsdya TNI Mohammad Syafi'i, mengatakan pihaknya tidak akan pernah menggeser gerbong CommuterLine (KRL) yang terdampak tabrakan dengan Kereta Jarak Jauh KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur. Sebab, kata dia, masih ada korban selamat yang terimpit di dalam gerbong.
"Kita tidak akan pernah melakukan pergeseran gerbong, karena masih ada korban yang kita pastikan bisa kita ajak komunikasi dalam kondisi hidup," ujarnya di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026) dini hari.
Basarnas tak ingin pergerakan yang dilakukan justru memperburuk kondisi korban. Karena itu, proses evakuasi dilakukan perlahan dan hati-hati.
"Kita lakukan secara perlahan-lahan sampai bisa memisahkan antara badan korban dengan material yang mengimpit," ujarnya.
Diketahui, terdapat empat korban yang dinyatakan tewas. Selain itu, terdapat 74 korban luka-luka yang sudah dilarikan ke beberapa rumah sakit terdekat, di antaranya RSUD Kota Bekasi, Rumah Sakit Bella, dan Rumah Sakit Primaya.
