Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
 Bazar Cici Rosa Perluas Akses Pasar Ribuan Nasabah PNM
PT Permodalan Nasional Madani (PNM) kembali menggelar program Cici Rosa (Cicip-Cicip Produk Nasabah Mekaar) di seluruh cabang PNM (Dok. PNM)
  • PNM menggelar program Cici Rosa di seluruh cabang untuk memberdayakan ribuan nasabah Mekaar sektor kuliner, memanfaatkan momentum Ramadan yang meningkatkan konsumsi makanan dan minuman.
  • Bazar Cici Rosa disambut antusias masyarakat, menjadi ajang berburu takjil sekaligus mendukung produk lokal hasil karya perempuan prasejahtera binaan PNM.
  • Melalui Cici Rosa, PNM menyediakan ruang promosi dan akses pasar nyata bagi pelaku usaha ultra mikro agar omzet meningkat serta ekonomi keluarga terus berputar selama Ramadan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Program bazar Cici Rosa digelar untuk memperluas akses pasar bagi ribuan nasabah PNM Mekaar yang memiliki usaha kuliner selama bulan Ramadan.
  • Who?
    Kegiatan ini melibatkan PT Permodalan Nasional Madani (PNM), para nasabah binaan Mekaar, serta masyarakat yang berkunjung ke bazar tersebut.
  • Where?
    Bazar Cici Rosa dilaksanakan di seluruh cabang PNM di berbagai daerah, dengan salah satu kegiatan terpantau berlangsung di Jakarta.
  • When?
    Kegiatan berlangsung selama bulan Ramadan, dengan aktivitas ramai menjelang waktu berbuka puasa pada sore hari.
  • Why?
    Program ini bertujuan memberikan ruang bagi nasabah perempuan prasejahtera untuk memasarkan produk kuliner mereka dan meningkatkan omzet usaha kecil.
  • How?
    PNM menyediakan lokasi bazar, membantu promosi produk nasabah, dan mengajak masyarakat membeli hasil usaha kuliner lokal binaan Mekaar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Bulan Ramadan selalu identik dengan tradisi berburu takjil menjelang waktu berbuka. Fenomena ini bukan sekadar kebiasaan musiman, tetapi telah menjadi penggerak ekonomi rakyat. Sejumlah survei perilaku konsumen Ramadan menunjukkan bahwa pengeluaran masyarakat untuk makanan dan minuman meningkat signifikan selama bulan puasa, terutama pada jam menjelang magrib. Momentum ini menjadi peluang emas bagi pelaku usaha ultra mikro, khususnya sektor kuliner.

Melihat peluang tersebut, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) kembali menggelar program Cici Rosa (Cicip-Cicip Produk Nasabah Mekaar) di seluruh cabang PNM. Kegiatan ini melibatkan ribuan nasabah binaan PNM Mekaar yang memiliki usaha kuliner, mulai dari makanan ringan, gorengan, es podeng, ayam geprek, hingga gado-gado dan aneka menu khas berbuka puasa lainnya.


1. Antusiasme masyarakat begitu tinggi

Ilustrasi bazar kuliner (unsplash.com/@umarben)

Antusiasme masyarakat terlihat begitu tinggi. Sejak sore hari, pengunjung memadati area bazar Cici Rosa untuk berburu takjil sekaligus mendukung produk-produk lokal hasil karya perempuan prasejahtera binaan PNM.

Tidak hanya menjadi ajang jual beli, Cici Rosa juga menjadi ruang interaksi hangat antara nasabah dan masyarakat.

2. Ruang bagi nasabah memasarkan produk

ilustrasi pemasaran jajajan tradisional secara online (pexels.com/Kerde Severin)

Sekretaris Perusahaan PNM, Dodot Patria Ary, menyampaikan bahwa Cici Rosa adalah ruang yang disiapkan PNM agar para nasabah kuliner dapat memasarkan produknya.

“Melalui Cici Rosa, kami ingin menghadirkan tempat yang nyaman bagi ibu-ibu nasabah untuk menjual hasil usahanya. Tidak hanya menyediakan lokasi, kami juga ikut membantu mengenalkan dan mempromosikan produk mereka agar semakin banyak yang membeli. Harapannya, dagangan mereka semakin laris dan usaha mereka terus berkembang,” ujar Dodot.

3. PNM menghadirkan akses pasar nyata

Ilustrasi PNM (pnm.co.id)

Program Cici Rosa menjadi bukti bahwa Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang membuka peluang dan memperluas keberkahan. 

Di tengah semarak berburu takjil, PNM menghadirkan akses pasar yang nyata bagi perempuan prasejahtera agar produknya semakin dikenal, omzet meningkat, dan roda ekonomi keluarga terus berputar. Ramadan pun menjadi momentum kolaborasi antara semangat berbagi, tradisi kuliner, dan penguatan usaha ultra mikro. (WEB)


Editorial Team