Komitmen AO PNM Berbuah Apresiasi Wisata Religi

- Alfina Putri Rahmadya, Account Officer PNM Mekaar, berjuang memperkenalkan konsep pendampingan PNM kepada masyarakat.
- Dengan kerja keras dan disiplin, Alfina dipercaya sebagai Kepala Area Mekaar di Mukomuko, memimpin delapan unit dalam melayani ribuan perempuan prasejahtera.
- Komitmen dan dedikasi Alfina diakui melalui reward Umroh sebagai pengingat atas setiap proses yang telah dilaluinya.
Jakarta, IDN Times - Tidak semua perjuangan terlihat dari luar. Ada yang dimulai dari ruang kuliah sederhana, dari langkah kaki yang bergegas antara kampus dan tempat kerja, dari tekad seorang anak yang ingin meringankan beban orang tuanya. Bagi Alfina Putri Rahmadya, perjalanan itu dimulai pada Mei 2018 ketika ia bergabung sebagai Account Officer PNM Mekaar di Unit Selebar, Bengkulu, sebuah unit baru dari salah satu lembaga keuangan yang plat merah yang saat itu masih dalam tahap awal pengembangan disana. Di waktu yang sama, ia adalah mahasiswi yang bekerja sambil kuliah. Alfina memegang teguh prinsip yang ia yakni: sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesama. Nilai itu yang menuntunnya untuk terus melangkah, bahkan ketika jalan terasa tidak mudah.
1. Tantangan memperkenalkan konsep PNM Mekaar kepada masyarakat

Sebagai Account Officer, tantangan awalnya bukan sekadar mencapai target, tetapi memperkenalkan konsep PNM Mekaar kepada masyarakat. Ia harus meyakinkan calon nasabah bahwa PNM bukan hanya lembaga pembiayaan, melainkan pendamping usaha bagi perempuan prasejahtera. “Saat itu, banyak yang belum memahami konsep pendampingan. Kami datang bukan hanya membawa pembiayaan, tapi juga edukasi dan semangat untuk berkembang bersama,” ujar Alfina. Kepercayaan pun tumbuh perlahan. Kelompok-kelompok usaha terbentuk, dan perempuan-perempuan di wilayah binaannya mulai merasakan manfaat pendampingan yang berkelanjutan.
2. PNM beri apresiasi melalui reward Umroh

Seiring kerja keras dan disiplin yang konsisten, Alfina juga merasakan bagaimana perusahaan memberikan ruang pengembangan diri bagi karyawannya. Ia mengikuti berbagai pelatihan di Medan, Palembang, hingga Jakarta, pengalaman yang untuk pertama kalinya membawanya menaiki pesawat terbang dan membuka cakrawala baru tentang kepemimpinan. “Setiap pelatihan membuka cara pandang baru. Saya belajar bukan hanya tentang pekerjaan, tapi tentang membangun mental, kepemimpinan, dan keberanian untuk bermimpi lebih besar,” ujarnya. Dedikasi tersebut mengantarkannya dipercaya sebagai Kepala Area Mekaar di Mukomuko, memimpin delapan unit dalam melayani ribuan perempuan prasejahtera yang diberdayakan.
Terkini, apresiasi atas komitmen itu hadir melalui reward Umroh yang diberikan. Bagi Alfina, perjalanan ke Tanah Suci Mekkah bukan sekadar hadiah, melainkan pengingat atas setiap proses yang telah dilalui.
3. Setiap insan PNM yang bekerja dengan hati adalah sebuah cerminan budaya perusahaan

Sekretaris Perusahaan PNM, Dodot Patria Ary mengungkapkan “Bagi kami, setiap insan PNM yang bekerja dengan hati adalah sebuah cerminan budaya perusahaan. Kami meyakini pesan Rasulullah SAW bahwa sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain. Ketika nilai itu hidup dalam diri seorang karyawan, tercermin dari kerja keras, kedisiplinan, dan ketulusannya melayani, maka perusahaan wajib hadir untuk menghargai dan mendukung perjalanannya. Apa yang diraih Alfina hari ini adalah bentuk penghormatan atas manfaat yang telah ia tebarkan bagi banyak orang,” ujar Dodot. (WEB)


















