Jakarta, IDN Times - Wakil Ketua Umum (Waketum) Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI), Arief Rosyid Hasan menjelaskan maksud pernyataan siap membela matia-matian ketua umumnya, Bahlil Lahadalia.
Pernyataannya itu memuculkan reaksi di media sosial hingga menuai cibiran dari warganet. Hal itu disampaikan Arief dalam acara bedah buku “Yang Golkar-Golkar Aja” (YGGA).
Mantan Komandan TKN Fanta Prabowo-Gibran ini menegaskan pernyataannya dibuat dalam kesadaran penuh. Arief menyebut sebagai anggota partai mempunyai kewajiban untuk membela marwah Ketua Umum Golkar, Bahlil Lahadalia.
“Pernyataan ‘jangankan benar, salahpun kita bela!’ saya sampaikan dengan kesadaran penuh. Sebagai anggota organisasi, saya punya kewajiban untuk membela marwah ketua umum, kita bela kehormatannya di publik, tetapi kita mengingatkan di dalam organisasi. Dan bang Bahlil adalah senior yang respek jika diingatkan,” ujar Arief kepada wartawan, Selasa (6/1/2026).
