Jakarta, IDN Times - Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia, Arifki Chaniago, menilai wacana pengembalian pemilihan kepala daerah (pilkada) melalui DPRD dinilai berpotensi menimbulkan konflik sosial yang serius. Dia mengingatkan, pengalaman sejarah menunjukkan, konflik di level elite DPRD kerap menjadi pemantik utama kerusuhan massa, bukan sebaliknya.
Menurut Arifki, anggapan pilkada melalui DPRD lebih aman karena menjauhkan rakyat dari konflik merupakan logika yang keliru. Dalam praktiknya, sengketa elite, politik transaksi, dan kebuntuan di ruang sidang DPRD sering kali berujung pada ledakan kemarahan publik.
“Konflik pilkada via DPRD tidak pernah steril. Dia hanya berpindah dari ruang terbuka ke ruang tertutup. Masalahnya, ketika konflik elite itu bocor ke publik, dampaknya jauh lebih destruktif karena rakyat merasa dikhianati,” ujar Arifki kepada IDN Times, Selasa (13/1/2026).
