Jakarta, IDN Times - Langit Yogyakarta terlihat cerah pada Jumat, 13 Februari 2026, ketika menjejakkan kaki di Markas Yon Arhanud 21 Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) milik TNI Angkatan Udara (AU). Mereka memiliki tugas menjaga objek vital TNI AU dari ancaman musuh yang datang dari udara. Markas ini menyatu dengan area Lanud Adisutjipto.
Ketika tiba, sudah terpampang sejumlah alutsista, mulai dari dua unit kendaraan, satu unit mobil radar, perlengkapan rudal, dan berbagai senapan. Yon Arhanud merupakan satuan baru sebagai dampak dari validasi organisasi di Kopasgat.
Meski situasi terlihat tenang di Yogyakarta, bukan berarti bebas dari ancaman musuh. Itu sebabnya menjadi tugas 259 personel di Yon Arhanud 21 untuk mendeteksi dan menghalaunya.
"Kami melaksanakan pertahanan udara. Ibarat di iron dome bagi Israel lah," ujar Perwira Seksi Operasi (Pasi Ops) Arhanud 21 Pasgat Kapten Tarju ketika ditemui di Depok, Yogyakarta, dalam acara Press Tour TNI AU.
Kapten Tarju mengatakan objek yang dijaga Yon Arhanud bukan sekadar bandara Adisutjipto, melainkan juga gedung agung, gedung Pertamina, hingga PLN.
"Pokoknya yang masuk objek vital nasional. Jangan berpikir tentang bandara saja, seandainya Pertamina dihancurkan pesawat juga gak bisa terbang, karena avtur kami kan mengandalkan dari Pertamina," kata pria yang mengenakan baret jingga itu.
