Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kepala Badan Gizin Nasional (BGN), Dadan Hindayana
Kepala Badan Gizin Nasional (BGN), Dadan Hindayana. (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Intinya sih...

  • BGN memamerkan realisasi anggaran program MBG selama 2025, dengan dana operasional harian mencapai Rp855 miliar dan realisasi anggaran mendekati Rp18 triliun.

  • Perjalanan program MBG sejak awal pembentukan tahun lalu, telah menyasar 55,8 juta penerima manfaat dan jumlah SPPG meningkat menjadi 21,102 unit.

  • Zulhas meyakini program MBG bisa menggerakan ekonomi rakyat dengan target penerima sebesar 82,9 juta dan menampung produk UMKM, koperasi, dan Badan Usaha Desa.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana memastikan program makan bergizi gratis (MBG) tetap akan dilanjutkan selama Ramadan khususnya di daerah-daerah mayoritas penduduk muslim.

"Ya untuk Ramadan sama seperti tahun lalu ya. Jadi untuk daerah yang mayoritas Muslim," kata Dadan kepada wartawan di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (20/1/2026).

Dadan menjelaskan, MBG akan didistribusikan pada jam-jam sekolah, tetapi bisa dibawa pulang ke rumah. Ia juga memastikan, jenis MBG pada masa Ramadan adalah makanan yang bisa tahan selama 12 jam sehingga bisa dikonsumsi pada saat buka puasa.

"Makanan akan dibagikan pada jam sekolah tapi makanannya dibawa ke rumah dan tahan lama, ya tahan 12 jam dari mulai disiapkan sampai dia dikonsumsi pada saat buka," kata Dadan.

1. BGN pamer realisasi anggaran selama 2025

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana dan Menteri Keuangan Purbaya di Gedung Badan Gizi Nasional (IDN Times/Triyan).

Sebelumnya, Dadan memaparkan, realisasi anggaran program MBG sudah mencapai Rp17,398 triliun hingga Senin (19/1/2026). Adapun, dana operasional harian telah mencapai Rp855 miliar yang mengalir dari kas negara ke satuan pelayanan pemenuhan gizi nasional (SPPG) di hampir semua provinsi di Indonesia.

"Dana operasional harian, hari ini itu sudah mencapai 855 miliar dan realisasi anggaran sampai hari ini sudah mendekati 18 triliun. Jadi 17,398 triliun itu per 19 Januari per pagi ini sudah mendekati 18 triliun. Jadi ini mungkin salah satu badan setara kementerian yang sudah merealisasikan anggaran sebesar itu," kata Dadan dalam rapat tersebut.

Dadan menambahkan, anggaran triliunan rupiah ini turun langsung dari kas negara ke SPPG. Adapun, dari jumlah dana tersebut, sekitar 70 persen akan digelontorkan untuk pembelian bahan baku program MBG, 20 persen untuk biaya operasional, dan 10 persen lainnya untuk insentif bagi seluruh mitra yang bergabung dalam program MBG.

Kendati, Dadan memastikan tidak ada satu rupiah pun anggaran BGN yang digelontorkan untuk pembangunan infrastruktur SPPG. Karena 100 persen infrastruktur SPPG dibiayai mitra.

"Perlu saya sampaikan bahwa 21.102 SPPG yang sudah berdiri dan operasional 100 persen dibiayai mitra. Jadi belum ada uang negara di dalam pembangunan infrastruktur BGN untuk SPPG," kata Dadan.

2. Perjalanan MBG sejak awal pembentukan tahun lalu

Kepala BGN Dadan Hindayana berbicara di rakor BGN bersama tenaga gizi. (IDN Times/Dok Humas Pemprov Jateng)

Lebih jauh, Dadan melaporkan perjalanan program MBG sejak diluncurkan pada 6 Januari 2025. Ia mengatakan, program MBG terus mengalami perkembangan yang signifikan.

Dadan menjelaskan, hari ini, program MBG telah menyasar 55,8 juta penerima manfaat, naik signifikan dari awal pembentukannya yang hanya menyasar 570 ribu penerima manfaat.

Selanjutnya, jumlah SPPG juga mengalami kenaikan yang signifikan sebanyak 19,188 ribu dari awal pembentukannya, sebesar 21,102 unit.

"Program pada tahun 2026 sudah kita mulai dan kita lakukan launching untuk tahun 2026 pada 8 Januari dengan total SPPG 19.188 dan perlu ibu bapak ketahui hari ini jumlah SPPG kita per tanggal 19 Januari malam itu kurang lebih 21.102 SPPG dan sudah bisa menjangkau 88,3 juta penerima manfaat," kata dia.

3. Zulhas meyakini MBG gerakkan ekonomi rakyat

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan alias Zulhas. (dok. Bulog)

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas) meyakini, program MBG bisa menggerakan ekonomi rakyat. Apalagi dengan target penerima MBG sebesar 82,9 juta maka diharapkan bisa mendorong permintaan kebutuhan pangan.

Ia mengatakan, di dalam aturan tata kelola MBG, SPPG harus menampung produk hasil UMKM, koperasi dan Badan Usaha Desa. Dengan begitu, MBG diharapkan bisa menggerakan ekonomi pedesaan secara berkelanjutan.

"Bayangkan kalau ada 82,9 juta penerima manfaat, kalau kita butuh telur satu hari satu, maka kita membutuhkan 82,9 juta butir telur, bayangkan dampaknya. Kalau kita perlu ikan satu potong satu hari berarti kita perlu 82,9 juta potong ikan, bayangkan dampaknya ke tambak-tambak rakyat. Pendek kata ini akan menggerakan ekonomi rakyat," kata Ketum PAN itu.

Editorial Team