Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

BGN Alihkan 5,05 Juta Porsi MBG untuk Korban Terdampak Banjir di Aceh

BGN Alihkan 5,05 Juta Porsi MBG untuk Korban Terdampak Banjir di Aceh
Badan Gizi Nasional (BGN), MBG (Dokumentasi BGN)
Intinya sih...
  • Jumlah MBG yang dibagikan semakin berkurang bagi warga Aceh: Jumlah porsi MBG bagi korban terdampak bencana terus mengalami pengurangan dari hari ke hari. Porsinya terus menurun hingga terakhir disalurkan pada 9 Januari 2026 sekitar 943 porsi.
  • Pemda Aceh berharap pembagian MBG terus berlanjut di fase pemulihan: Juru bicara posko tanggap darurat bencana Aceh, Murthalamuddin mengapresiasi langkah BGN regional Aceh yang telah ikut membantu masyarakat yang terdampak dengan menyalurkan MBG bagi warga yang tinggal di tenda pengungsian.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Badan Gizi Nasional (BGN) mengalihkan porsi Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi warga terdampak banjir dan tanah longsor di Pulau Sumatra. Data dari BGN Regional Aceh, sejak 26 Desember 2025 hingga 9 Januari 2026, ada 5.052.152 porsi MBG yang dibagikan kepada masyarakat terdampak bencana, terutama yang masih tinggal di tenda-tenda pengungsian.

"MBG tidak pernah absen mendampingi saudara-saudara kita yang terdampak banjir di Aceh," ujar Kepala BGN Regional Aceh, Mustafa Kamal dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat (16/1/2026).

Ia mengatakan, sebanyak 5,052 juta lebih porsi MBG yang dialihkan itu sudah disalurkan bagi masyarakat yang terdampak di 19 kabupaten atau kota. Peralihan penerima MBG ini, kata Mustafa, dilakukan pada 220 dari 527 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang masih aktif saat ini di Aceh.

"BGN bergerak cepat melalui dapur SPPG untuk melakukan penyaluran kepada masyarakat terdampak bencana. Ketika air naik, akses sulit dan dapur warga tak bisa digunakan, kami memastikan asupan nutrisi tetap terjaga," tutur dia.

Namun, Mustafa tidak menjelaskan dari mana SPPG bisa memperoleh bahan baku untuk membuat MBG di tengah mayoritas kabupaten di Aceh terkena banjir dan tanah longsor.

1. Jumlah MBG yang dibagikan semakin berkurang bagi warga Aceh

BGN Alihkan 5,05 Juta Porsi MBG untuk Korban Terdampak Banjir di Aceh
Suasana usai bencana banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang (IDN Times/Uni Lubis)

Jumlah porsi MBG bagi korban terdampak bencana terus mengalami pengurangan dari hari ke hari. Ketika banjir melanda pada akhir Desember 2025, jumlah MBG yang dibagikan mencapai 334.181 porsi setiap hari.

"Kemudian porsinya terus menurun hingga terakhir disalurkan pada 9 Januari 2026 sekitar 943 porsi," kata Mustafa.

Ia menilai, berkurangnya penyaluran itu juga menjadi penanda masyarakat yang tinggal di tenda pengungsian sudah mulai berkurang. Mereka memilih kembali ke rumah masing-masing atau saudaranya.

"Setiap hari kabupaten atau kota yang dilayani berkurang, seiring banyaknya warga yang sudah kembali dan data ini terus berkembang seiring dapur tanggap darurat yang bertambah untuk beroperasi," tutur dia.

2. Pemda Aceh berharap pembagian MBG terus berlanjut di fase pemulihan

BGN Alihkan 5,05 Juta Porsi MBG untuk Korban Terdampak Banjir di Aceh
Pelakasanaan MBG di SD Pranan 1 Sukoharjo. (IDN Times/Larasati Rey)

Juru bicara posko tanggap darurat bencana Aceh, Murthalamuddin mengapresiasi langkah BGN regional Aceh yang telah ikut membantu masyarakat yang terdampak dengan menyalurkan MBG bagi warga yang tinggal di tenda pengungsian. Ia berharap upaya distribusi MBG bagi pengungsi bisa tetap berlanjut di masa pemulihan.

"Terutama pendistribusian MBG untuk anak-anak sehingga gizi mereka tetap terjaga meski berada di lokasi bencana," ujar Murthalamuddin.

Pihaknya mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada BGN yang telah membantu mengalihkan MBG bagi pengungsi. "Semoga ini terus berlanjut demi membantu pemenuhan gizi anak-anak di lokasi bencana," ucapnya.

3. Jumlah korban meninggal di Aceh mencapai 551 jiwa

BGN Alihkan 5,05 Juta Porsi MBG untuk Korban Terdampak Banjir di Aceh
SMP Negeri 1 Kejuruan Muda di Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang terdampak banjir. (IDN Times/Prayugo Utomo)

Berdasarkan data dari Badan Nasional dan Penanggulangan Bencana (BNPB) per Kamis kemarin, jumlah korban meninggal akibat banjir dan tanah longsor sudah mencapai 1.190 jiwa. Sebanyak 551 jiwa di antaranya ditemukan di Aceh.

Angka jumlah korban meninggal itu bisa terus bertambah lantaran masih ada 141 jiwa yang dilaporkan hilang. Sedangkan, sebanyak 131.521 warga masih tinggal di tempat pengungsian.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, jumlah warga yang tinggal di tempat pengungsian menunjukkan tren penurunan yang signifikan.

"Sebanyak 64.021 jiwa telah kembali ke rumah atau lingkungan asalnya, terutama di Kabupaten Aceh Tamiang," ujar Abdul dalam keterangan tertulis.

Penurunan jumlah pengungsi, kata dia, disebabkan pembangunan hunian sementara yang terus dikebut. Selain itu, akses jalan juga terus dibersihkan dan dibuka. Dengan begitu, kawasan pemukiman semakin kondusif untuk dihuni kembali.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in News

See More

CEK FAKTA: Viral Seorang Pria Masturbasi di Bus TransJakarta

16 Jan 2026, 11:36 WIBNews