Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
BMKG Keluarkan Potensi Hujan Sangat Lebat hingga 30 April
Ilustrasi Hujan (IDN Times/Sunariyah)
  • BMKG mengeluarkan peringatan dini potensi hujan lebat hingga sangat lebat di berbagai wilayah Indonesia pada 24–30 April 2026, dengan curah hujan tertinggi tercatat di Nusa Tenggara Timur.
  • Fenomena atmosfer seperti Rossby Ekuatorial, Kelvin, MRG, dan MJO serta sirkulasi siklon di barat Sumatra dan Jawa memicu pembentukan awan hujan intens di sejumlah daerah.
  • BMKG membagi dua periode pemantauan: 24–26 April dan 27–30 April 2026, dengan status waspada hingga siaga untuk sebagian besar wilayah Indonesia akibat potensi hujan tinggi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat, yang diperkirakan melanda sejumlah wilayah Indonesia pada periode 24 hingga 30 April 2026.

Informasi tersebut disampaikan BMKG melalui akun resmi Instagram @infobmkg. Dalam keterangannya, sejumlah daerah diperkirakan mengalami peningkatan curah hujan signifikan yang berpotensi berdampak pada aktivitas masyarakat.

BMKG mencatat, curah hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat berpotensi terjadi di beberapa wilayah, di antaranya Nusa Tenggara Timur (125,3 mm/hari), Aceh (98 mm/hari), Kalimantan Tengah (85 mm/hari), Kepulauan Riau (83 mm/hari), Jawa Timur (70,2 mm/hari), Jawa Barat (69,7 mm/hari), Kalimantan Tengah (67,1 mm/hari), serta Sumatra Barat (58,5 mm/hari).

1. Faktor yang mempengaruhi potensi hujan sangat lebat

Ilustrasi hujan (IDN Times/Arief Rahmat)

BMKG menjelaskan, potensi hujan sangat lebat itu dipengaruhi sejumlah faktor. Pertama, ada aktivitas Rossby Ekuatorial, Kelvin, Mixed Rossby-Gravity (MRG) dan Madden Julian Oscillation (MJO) spasial di beberapa wilayah.

Kedua, sirkulasi siklon di perairan dan pesisir barat Sumatra dan Jawa Barat hingga Jawa Tengah memicu terbentuknya daerah pertemuan angin, konvergensi dan konfluensi yang meningkatkan peluang pertumbuhan awan hujan, baik di sekitar pusat sirkulasi maupun di sekitar wilayah yang terdampak pola angin tersebut.

Ketiga, pemanasan permukaan yang cukup hangat pada siang hari, serta kelembapan udara yang masih cukup basah di lapisan bawah turut mendukung terbentuknya awan-awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan.

2. Potensi hujan 24-26 April 2026

Ilustrasi hujan (IDN Times/Dwifantya Aquina)

BMKG membagi dua periode potensi hujan, pertama pada 24-26 April 2026. Berikut sebaran wilayahnya:

- Waspada (hujan sedang-lebat)

Aceh, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan dan Papua Selatan.

- Siaga (hujan lebat-sangat lebat)

Sumatra Utara, Sumatra Selatan, Bengkulu, Jawa Barat, Maluku dan Papua

- Awas (hujan sangat lebat-ekstrem)

Nihil

- Angin kencang

Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Timur, Maluku dan Papua Selatan..

3. Potensi hujan 27-30 April 2026

Ilustrasi Hujan (IDN Times/Aldzah Fatimah Aditya)

Berikut sebaran wilayahnya:

- Waspada (hujan sedang-lebat)

Aceh, Sumatra Utara, Riau, Sumatra Selatan, Bengkulu, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Tengah, Papua dan Papua Selatan.

- Siaga (hujan lebat-sangat lebat)

Sumatra Barat, Sulawesi Tengah dan Papua Pegunungan

- Awas (hujan sangat lebat-ekstrem)

Nihil

- Angin kencang

Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua Tengah dan Papua Selatan.

Editorial Team