Kondisi rumah warga yang rusak akibat banjir bandang di Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara, Jumat (28/11/2025).(ANTARA FOTO/Yudi Manar)
Kendati potensi cuaca ekstrem menurun, BMKG tetap mengimbau masyarakat di wilayah terdampak khususnya Sumatra Barat, untuk tetap waspada. Hujan masih berpotensi turun dalam sepekan mendatang.
Hal itu disebabkan kombinasi beberapa faktor dinamika atmosfer yang masih aktif. Suplai uap air yang tinggi, suhu muka laut yang hangat di sekitar perairan barat Sumatra, hingga pola angin yang membentuk daerah belokan dan konvergensi. Kondisi tersebut membuat proses pembentukan awan hujan tetap intens.
"Mempertimbangkan bahwa wilayah Sumatra Barat pada November dan Desember adalah masih dalam puncak musim hujan, serta kondisi dinamika atmosfer seperti Indeks Ocean Dipole (IOD), Sea Surface Temperatur (SST) dan belokan/konvergensi arus udara yang masih aktif mensuplai uap air, sehingga masih memicu potensi pertumbuhan awan-awan hujan di Wilayah di Sumatra Barat dalam sepekan ke depan," bunyi keterangan BMKG, dikutip Minggu (30/11/2025).