ilustrasi kemarau (Unsplash.com/Joshua Woroniecki)
Sena mengatakan, musim kemarau terjadi secara gradual atau bertahap dimulai dari wilayah timur Indonesia, seperti Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB), lalu bergerak ke arah barat.
“Selalu NTT masuk kemarau duluan karena angin monsun Australia membawa udara kering, maka yang terpapar duluan adalah NTT,” kata dia.
Dia mengatakan, sejumlah wilayah yang telah memasuki musim kemarau antara lain sebagian NTT, NTB, Sulawesi Tengah, Gorontalo, hingga Maluku. Kondisi tersebut terlihat dari peta musim kemarau BMKG yang menunjukkan sejumlah wilayah sudah berada di fase kemarau definitif.
Selain pergerakan musim kemarau dari timur ke barat, Sena mengatakan, wilayah dataran rendah di pesisir utara Pulau Jawa juga cenderung mengalami kemarau lebih awal dibanding daerah dataran tinggi.
“Biasanya daerah pesisir utara, daerah yang dataran rendah itu kemaraunya duluan dibanding yang di pertengahan pulau yang datarannya lebih tinggi,” kata dia.
Dia mencontohkan wilayah Pantai Utara (Pantura) Jawa Barat, seperti Karawang hingga Bekasi bagian utara mulai mengalami kondisi yang lebih kering.