Jakarta, IDN Times - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali memperbarui informasi mengenai penanganan bencana di tiga provinsi di Pulau Sumatra. Berdasarkan data pada Jumat (2/1/2026), jumlah korban meninggal dunia belum ada penambahan.
Begitu pula dengan jumlah korban yang hilang belum ada ada perubahan. Tim satgas gabungan masih mencari korban akibat banjir dan tanah longsor.
"Rekapitulasi korban jiwa tidak ada penambahan korban jiwa meninggal. Jumlah korban meninggal dunia masih 1.157 jiwa dan korban hilang 165 orang," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari ketika memberikan keterangan pers secara daring hari ini.
Sementara, jumlah warga yang mengungsi mengalami penurunan 73 orang. Total warga yang masih tinggal di tempat pengungsian yakni 380.287 jiwa.
Abdul pun berharap sudah tidak ada lagi korban yang ditemukan di titik-titik pencarian yang telah dipetakan oleh tim satgas gabungan. Ia juga menyebut, sejauh ini sudah ada 23 kabupaten atau kota yang telah menetapkan status transisi darurat ke pemulihan. Wilayah itu, meliputi enam kabupaten di Aceh, delapan kabupaten di Sumatra Utara, dan sembilan kabupaten di Sumatra Barat.
Abdul mengatakan, ketika suatu kabupaten atau kota sudah menetapkan status transisi darurat ke pemulihan maka lima aspek utama prioritas saat darurat tetap dilakukan. Namun, di saat yang bersamaan pemerintah daerah bersama BNPB dan Kementerian Perumahan dan Kawasan Pemukiman mulai membangun hunian sementara dan hunian tetap.
"Ada delapan kabupaten atau kota lainnya yang tengah dalam proses penetapan status transisi darurat ke pemulihan. SK-nya tengah disiapkan. Maka, sudah ada 31 kabupaten atau kota yang sudah bergeser ke status transisi darurat ke pemulihan," tutur dia.
